14 Fungsi Plasenta bagi Bayi

Kehamilan akan terjadi jika sel sperma berhasil menembus sel telur dan terjadi peleburan (fertilisasi) dengan menghasilkan zigot. Zigot dalam rahim berkembang menjadi embrio atau janin (fetus) selama ± 280 hari, hingga bayi siap untuk dilahirkan.

14 Fungsi Plasenta bagi Bayi – Selama trisemester pertama dalam tahap awal kehamilan korpus luteum memproduksi hormon HCG. Ketika usia kehamilan mencapai bulan ke 3 dan ke 4, korpus luteum fungsinya diganti oleh plasenta. Plasenta manusia umumnya memiliki berat sekitar 0,5 kg, berdiameter sekitar 20 cm, dan ketebalan bagian tengah plasenta sekitar 2,5 cm. Plasenta mempunyai dua komponen yaitu desidua basalis pada bagian ibu dan bagian janin yang dibentuk oleh korion frondosum

Plasenta previa merupakan kondisi yang jarang dialami oleh ibu hamil. Tetapi risiko ini tetap harus diwaspadai karena dapat membahayakan jiwa ibu dan bayi di kandungan. Ibu hamil dengan plasenta previa terbukti memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pendarahan sebelum kelahiran.

Fungsi Plasenta bagi Bayi

Fungsi utama plasenta adalah sebagai penyedia makanan dan saluran udara, yang menghubungkan antara janin dengan ibunya

Selain itu, Plasenta juga memiliki peran penting dalam semua tahap kehamilan dan memastikan bahwa bayi dilahirkan dengan aman. Plasenta melakukan berbagai fungsi seperti:

  1. Menghasilkan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk tes kehamilan melalui tes urine
  2. Menghubungkan tubuh ibu dengan janin
  3. Mengatur metabolisme ibu
  4. Menyiapkan kebutuhan energi ibu
  5. Menghasilkan hormon prolaktin (untuk merangsang kelenjar susu)
  6. Menghasilkan hormon relaksin (untuk mempermudah persalinan)
  7. Memasok nutrisi untuk bayi. Sebelum darah mencapai bayi, darah yang kaya nutrisi mengalir melalui plasenta untuk mencapai tali pusat yang menghubungkan ibu dengan bayi.
  8. Plasenta juga berfungsi seperti ginjal untuk menyaring untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dalam darah yang akan membahayakan bagi kesehatan bayi.
  9. Plasenta juga berfungsi sebagai paru-paru bayi dan memungkinkan transmisi oksigen antara ibu ke bayi.
  10. Plasenta membawa limbah dan sisa metabolisme bayi ke sistem sirkulasi ibu, yang kemudian dibuang dari tubuh melalui urin.
  11. Sebagai filter darah yang menyaring dan memisahkan antara darah ibu dan bayi, sehingga bayi terhindar dari infeksi.
  12. perangkap oksigen terhirup oleh Anda untuk menyebar ke dalam darah untuk membantu mencapai sistem sirkulasi bayi, dengan melewati tali pusat. Ini adalah salah satu di antara fungsi menonjol dan penting bahwa plasenta melakukan karena mencegah kemungkinan yang dapat membuat bayi dari menghirup cairan ketuban, yang dapat menjadi bencana.
  13. Plasenta mensekresikan hormon progesteron dan estrogen untuk menghentikan kontraksi supaya bayi tidak terlahir prematur. Selain itu, plasenta juga membuka jalan untuk mempersiapkan jaringan dan rahim untuk kelahiran bayi.
  14. Selama masa kehamilan, plasenta bergerak seiring rahim memperluas dan tumbuh. Ini adalah fungsi umum dari plasenta untuk tetap berada di bawah selama tahap awal kehamilan, tetapi bergerak ke atas rahim pada tahap akhir kehamilan untuk menjaga leher rahim tetap terbuka untuk proses melahirkan.
plasenta

Fungsi Plasenta

Dalam perkembangannya, embrio dibungkus oleh selaput atau membran. Selaput atau membran tersebut terdiri dari, sakus vitelinus, aminon, korion, dan alantois.

Sakus vitelinus (kantong kuning telur)

Sakus vitelinus merupakan tempat pemunculan sel pembuluh darah yang pertama. Sakus vitelinus terletak diantara aminon dan plasenta.

Amnion/ketuban

Amnion menghasilkan cairan amnion yang menjaga dan melindungi embrio tetap basah dan tahan terhadap goncangan.

Korion

Korion merupaka dinding berjonjot yang menempel pada dinding rahim. Korion menjadi bagian utama plasenta yang berfungsi sebagai sarana pertukaran zat dari ibu ke janin.

Alantois

Alantois terletak didalam tali pusat, sehingga dikenal dengan istilah tali pusat. Alantois berfungsi untuk menghubungkan ibu dan janin, untuk sirkulasi, respirasi, dan ekskresi zat-zat sisa metabolisme. Di dalam tali pusat terdapat 2 pembuluh nadi dan 1 pembuluh balik yang berhubungan dengan pembuluh darah dalam plasenta.

Artikel lainnya:


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *