Teori Atom Menurut James Chadwick

Sir James Chadwick (20 Oktober 1891 – 24 Juli 1974) adalah seorang fisikawan Inggris, paling terkenal karena penemuan neutron pada tahun 1932.

Teori Atom Menurut James Chadwick – Saat ini, konsep neutron dan fungsinya adalah pengetahuan umum. Keberadaannya pertama kali dihipotesiskan oleh Rutherford pada tahun 1920, dan kemudian dibuktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932. Artikel ini menjelaskan bagaimana penemuan muncul dan dampak revolusioner pada pemahaman struktur atom.

Sir James Chadwick (20 Oktober 1891 – 24 Juli 1974) adalah seorang fisikawan Inggris, paling terkenal karena penemuan neutron pada tahun 1932. Dia menerima Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1935 untuk penemuan yang signifikan ini. Pada masa hidupnya, ia bekerja sama dengan para ilmuwan yang luar biasa seperti Ernest Rutherford dan Johannes “Hans” Wilhelm Geiger, keduanya telah membuat berbagai kontribusi besar dan penting untuk bidang radiasi fisika.

Dengan ditemukannya radiasi dan bahan radioaktif pada tahun 1896 oleh Henri Becquerel, jalan baru muncul dalam studi bahan dan komposisinya. Percobaan membuat para ilmuwan menemukan bahwa zat radioaktif ketika dipengaruhi medan magnet, memancarkan tiga jenis sinar energi (radiasi). Sinar ini diidentifikasi dan dinamakan sebagai sinar alpha (α), beta (β), dan gamma (γ) oleh Rutherford, berdasarkan muatan dan massa mereka. Percobaan lanjutan yang dilakukan oleh Rutherford bekerja sama dengan Ernest Marsden dan Hans Geiger, membawa mereka ke penemuan inti atom pada tahun 1911. Penemuan ini berperan penting dalam membuktikan bahwa atom bukan struktur yang padat.

Kontribusi James Chadwick kepada Teori Atom

Sir James Chadwick


Sir James Chadwick (20 Oktober 1891 – 24 Juli 1974)

Pada tahun 1930, Walther Bothe dan Herbert Becker melakukan eksperimen dengan cara menghancurkan unsur Beryllium dengan partikel alpha yang dipancarkan dari radioaktif polonium. Mereka mengamati bahwa pemboman itu menyebabkan emisi radiasi netral dari Polonium, yang sangat penetratif. Mereka percaya radiasi ini menjadi bentuk energi tinggi radiasi gamma. Oleh karena itu, ketika Irène dan Frédéric Joliot-Curie melakukan eksperimen serupa pada tahun 1932, yang melibatkan emisi foton dari parafin serta zat lain seperti yang mengandung senyawa ketika hidrogen dibombardir dengan radiasi netral ini, mereka juga percaya bahwa radiasinya adalah radiasi gamma dengan energi tinggi, dan mempublikasikan hasil seperti itu.

Namun, ketika Chadwick membaca koran, ia menyadari bahwa foton tidak mungkin copot oleh partikel alpha belaka. Dia, selanjutnya, melakukan eksperimen serupa sendiri memanfaatkan penguat linear, sumber polonium halus, dan ruang ionisasi. Dia menggunakan sejumlah zat dan unsur-unsur radiasi ini dan diukur penurunan energi atom. Dia akhirnya menyimpulkan bahwa radiasi itu, pada kenyataannya, terdiri dari partikel netral yang memiliki massa yang sama dengan proton. Dia menyebut partikel netral sebagai neutron. Sebuah jurnal untuk efek ini diterbitkan oleh dia pada tahun 1932, dan tidak lama kemudian, surat kabar lain mereplikasi temuan diterbitkan oleh para ilmuwan seperti Norman Feather dan Philip Dee.

atom

Modifikasi Teori Atom

Keberadaan dan penemuan neutron merevolusi pemahaman tentang struktur atom. Ini membuktikan validitas model atom Rutherford dan menjelaskan stabilitas. Dalil-dalil ditambahkan ke teori atom adalah:

  1. Inti atom terdiri dari partikel subatomik yang disebut nukleon.
  2. Nukleon ini terdiri dari dua jenis: proton dan neutron.
  3. Neutron dibebankan partikel netral dengan massa sama dengan proton.
  4. Sebuah neutron terdiri dari elektron dan pasangan proton.
  5. Massa kolektif proton dan neutron memberikan massa atom suatu unsur.

Fisikawan Jerman Werner Heisenberg kemudian melakukan eksperimen sendiri, untuk membuktikan bahwa neutron, pada kenyataannya merupakan partikel baru, bukan komposit elektron-proton.

Teori ini bersamaan dengan penemuan neutron kemudian berperan dalam penemuan bom atom. Teori atom kemudian ditingkatkan oleh Niels Bohr untuk memperhitungkan emisi dan energi penyerapan spektrum yang diamati dalam atom, dan model baru yang disebut model Niels Bohr adalah hipotesis. Model ini adalah model yang diterima saat ini untuk menjelaskan struktur atom.

Artikel lainnya:


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *