Cara penularan virus Ebola pada manusia

Mengapa Virus Ebola disebut virus mematikan? karena sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa melawan virus Ebola.

Cara penularan virus Ebola pada manusia – Artikel ini membahas bagaimana penularan virus Ebola. Saat ini dianjurkan untuk orang di seluruh dunia untuk hati-hati terhadap penyebaran virus Ebola saat ini termasuk penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat mematikan bagi manusia.

Berbagai faktor dapat menjadi penyebab penyebaran virus Ebola. Penyakit Ebola berpotensi menyebar dan sudah memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi di negara Timur Tengah.

Istilah Virus Ebola berasal dari demam berdarah Ebola. Ada beberapa genera Ebola virus: Bundibugyo ebolavirus, Zaire ebolavirus, Reston ebolavirus, Sudan ebolavirus dan Tai Forest ebolavirus. Reston ebolavirus ditemukan pada hewan di Filipina dan China.

Namun, virus ini tidak dapat memberikan penyakit kepada manusia meskipun menginfeksi. Jenis virus Bundibugyo ebolavirus, Zaire ebolavirus dan Sudan ebolavirus adalah yang paling sering menyebabkan wabah.

Ada beberapa cara penularan virus Ebola, sebagai berikut:

  • Melalui kontak langsung dengan darah
  • Melalui cairan tubuh atau keringat
  • Melalui jaringan yang terinfeksi
  • Melalui sperma
  • Melalui air liur, dll

Penularan virus Ebola terjadi karena kontak dengan penderita dan hewan mati yang terjangkit virus ebola, seperti monyet, gorila, kelelawar dan lain-lain. Virus Ebola dapat ditularkan melalui keringat, terutama jika kulit terluka. Selain itu, virus Ebola juga dapat menular ke manusia saat menangani mayat pasien Ebola, sehingga untuk menghindari virus Ebola dari mayat, harus mengenakan sarung tangan dan pakaian anti-kontak.

Untuk laki-laki yang telah sembuh dari penyakit ini masih bisa menularkan virus melalui sperma sampai tujuh minggu setelah sembuh dari sakit. Untuk petugas kesehatan sering terinfeksi saat merawat pasien Ebola. Hal ini dapat terjadi jika kontak langsung sangat dekat ketika melakukan perawatan pasien Ebola. Oleh karena itu, bagi petugas kesehatan diminta untuk memakai pakaian yang anti-kontak cairan saat melakukan perawatan pada pasien yang diduga Ebola.

virus Ebola

Pengobatan virus Ebola

Sampai saat ini, telah ditemukan vaksin untuk demam berdarah Ebola. Ada beberapa jenis vaksin yang telah diuji, tetapi tidak ada yang tersedia untuk penggunaan klinis. Sedangkan pasien yang menderita Ebola memerlukan perawatan lebih intensif karena pasien Ebola sering dehidrasi. Tidak ada pengobatan khusus yang tersedia untuk saat ini, sebagai terapi obat baru masih dievaluasi dan membutuhkan cairan melalui pembuluh darah. Oleh karena itu, saat ini untuk orang-orang yang terinfeksi Ebola tidak lama bertahan, karena terapi untuk virus Ebola belum tersedia.

Cara untuk mengurangi risiko infeksi virus Ebola pada manusia, sebagai berikut:

  • Hindari kontak langsung dari manusia ke manusia yang terinfeksi virus Ebola, terutama dengan cairan tubuh. Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung saat merawat pasien yang sakit. Cuci tangan setelah mengunjungi atau merawat pasien yang sakit.
  • Hindari kontak langsung dengan monyet, gorila dan kelelawar yang terinfeksi dengan virus Ebola. Selain itu, hindari makan daging mentah dari hewan-hewan ini. Selalu gunakan sarung tangan dan alat pelindung diri ketika ingin langsung terhubung dengan hewan ternak. Cuci tangan setelah menyentuh hewan.

Artikel lainnya:


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

2 comments on “Cara penularan virus Ebola pada manusia

  1. rania says:

    makaksih kk

  2. sepatu safety online says:

    terima kasih telah berbagi informasi Mas, senang sekali rasanya membaca tulisan2 di blog ini, saya merasa bertambah wawasan semoga selalu di beri kesehatan dan sukses selalu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *