Ciri, Klasifikasi, dan Struktur Tubuh Gastropoda

Gastropoda paling aktif di malam hari atau pada cuaca berawan dimana mereka dapat menghindari dari teriknya sinar matahari.

Kelompok terbesar dari moluska disebut gastropoda termasuk siput air tawar, siput kebun, siput laut, dan bekicot. Setiap hewan dalam kelompok ini memiliki satu cangkang kecuali untuk kelinci laut karena hewan tersebut tidak memiliki cangkang. Hewan ini menggunakan “radula” yang merupakan organ seperti lidah dengan deretan gigi untuk mendapatkan makanan.

Kebanyakan hewan gastropoda beradaptasi dengan kehidupan di darat. mereka bergerak dengan kontraksi ritmik dari kaki berotot. Kelenjar di kaki mengeluarkan lapisan lendir. Gastropoda paling aktif di malam hari atau pada hari berawan dimana mereka dapat menghindari sinar matahari. Siput tidak memiliki cangkang, tapi mereka dilindungi oleh lapisan lendir di sekitar tubuh mereka, sehingga mereka harus tinggal di daerah basah dan lembab. Siput darat dapat merusak tanaman karena mereka makan daun dan batang.

Ciri-ciri Gastropoda

Merupakan klas yang terbesar dari Phylum Mollusca, dengan ciri-ciri :

  • Hidup di air laut & air payau
  • Rumahnya terdiri dari satu test yang terputar (terpilin) memanjang melalui satu sumbu
  • Tubuhnya terdiri dari kepala, kaki dan alat pencernaan
  • Kepala dilengkapi dengan alat pengunyah yang disebut rongga mantel (berfungsi sebagai insang pada air laut & berfungsi sebagai paru-paru pada lingkungan darat)
  • Test terdiri dari zat gampingan dan terputar secara spiral melalui satu garis lurus (putaran involut & evolut)
  • Arah putaran test gastropoda terdiri dari Dextral (searah jarum jam) & Sinistral (berlawanan putaran jarum jam)
  • Sistem pencernaan makanan meliputi rongga mulut, kerongkongan, kelenjar ludah, tembolok, lambung kelenjar, dan usus.
  • Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung dan saluran darah sebagai organ transportasi.
  • Sistem saraf berupa ganglion yang bercabang di seluruh tubuh.

Anatomi Gastropoda

anatomy gastropoda

Anatomi Gastropoda

Struktur anatomi Gastropoda dapat dilihat pada susunan tubuh gastropoda yang terdiri atas: kepala, badan, dan alat gerak. Pada kepala terdapat sepasang alat peraba yang dapat dipanjang pendekkan. Pada alat peraba ini terdapat titik mata untuk membedakan antara terang dan gelap. Pada mulut terdapat lidah parut dan gigi rahang. Alat geraknya dapat mengeluarkan lendir, untuk memudahkan pergerakannya.

Klasifikasi Gastropoda

kelas Gastropoda dibagi dalam tiga sub kelas yaitu :

Prosabranchia,

Memiliki dua buah insang yang terletak di anterior, sistem syaraf terpilin membentuk angka delapan, tentakel berjumlah dua buah. Cangkang umumnya tertutup oleh operkulum. Contohnya: Trochus sp

Sub kelas ini dibagi lagi ke dalam tiga ordo yaitu :

  • Archaeogastropoda , Contoh: Acmaea sp
  • Ordo Mesogastropoda, Contoh: Pleurocera sp
  • Ordo Neogastropoda , Contoh: Urosalpinx sp

Ophistobranchia,

Kelompok gastropoda ini memiliki dua buah insang yang terletak di posterior, nefridia berjumlah satu buah, jantung satu ruang dan organ reproduksi berumah satu. Kebanyakan hidup di laut. Contohnya: Aplysia sp

Subkelas ini dibagi kedalam delapan ordo yaitu:

  • Cephalaspidea , Contoh: Bulla sp
  • Anaspidea, Contoh: Aplysia Sp
  • Thecosomata, Contoh: Cavolinia sp
  • Gymnosomata, Contoh: Clione sp
  • Nataspidea, Contoh: Umbraculum sp
  • Acochilidiacea, Contoh: Microhedyle sp
  • Sacoglossa, Contoh: Berthelinia sp
  • Nudibranchia, Contoh: Glossodoris

Pulmonata.

Bernapas dengan paru-paru, cangkang berbentuk spiral, kepala dilengkapi dengan satu atau dua pasang tentakel, sepasang diantaranya mempunyai mata, rongga mentel terletak di interior, organ reproduksi hermaprodit atau berumah satu. Contohnya: Achatina

Sub kelas ini dibagi menjadi dua ordo yaitu:

  • Stylomatophora, Contoh: Achatina sp
  • Basomatophora, Contoh: Physa sp

Habitat Gastropoda

Gastropoda umumnya hidup di laut, pada perairan dangkal, perairan dalam, di atas tanah yang berlumpur atau tergenang air, dan ada pula yang menempel pada akar atau batang, dan memanjat, misalnya pada littoria, Cassidula, Cerithiidae dan lain-lainnya.

Conus lebih banyak variasinya, ada yang menempel di atas terumbu karang, di bawah karang, di atas pasir ataupun yang membenamkan dirinya di dalam pasir. Murex ada yang hidup di atas terumbu karang, dibalik karang atau di atas pasir


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *