7 Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Beberapa spesies yang termasuk monokotil dapat memiliki karakter seperti dikotil, karena kedua kelompok memiliki keturunan yang sama.

7 Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil – Tanaman berbunga dibagi menjadi monokotil (atau monocotyledons) dan dikotil (atau dicotyledons). Perbandingan ini meneliti perbedaan morfologi pada daun, batang, bunga dan buah dari monokotil dan dikotil.

Sejarah Klasifikasi

Klasifikasi tanaman berbunga atau angiosperma dibagi menjadi dua kelompok besar yang pertama kali diterbitkan oleh John Ray pada tahun 1682, dan kemudian oleh ahli botani Antoine Laurent de Jussieu pada tahun 1789 menggantikan klasifikasi sebelumnya. Menurut klasifikasi ini, tanaman berbunga dibagi menjadi delapan kelompok besar, jumlah terbesar dari spesies yang termasuk monokotil dan dikotil.

Mantel Benih Sekitar Embrio

Jumlah kotiledon berbeda dalam dua jenis tanaman berbunga, dan membentuk dasar untuk klasifikasi utama monokotil dan dikotil. Kotiledon adalah daun benih embrio dan mengandung nutrisi bagi embrio sampai mampu tumbuh daun dan menghasilkan makanan dengan proses fotosintesis. Monokotil hanya memiliki satu kotiledon sementara dikotil memiliki dua.

Batang

Sistem vaskular pada dikotil dibagi menjadi korteks dan prasasti, sedangkan pada monokotil ini daerah berbeda yang tidak ada. Sistem vaskular tersebar secara acak pada monokotil sedangkan pada dikotil sistem vaskular terdiri dari bundel utama membentuk silinder di tengah.

Bunga

Jumlah kelopak bunga berbeda dalam dua kelompok ini. Monokotil memiliki kelopak bunga dalam kelipatan tiga, sedangkan dikotil memiliki kelopak bunga dalam kelipatan dua atau lima.

Daun

Urat daun diatur baik dalam paralel melalui panjang daun atau dalam susunan retikular seluruh daun. Dalam sebagian besar spesies monokotil daun memiliki susunan paralel sedangkan dikotil memiliki pengaturan retikular.

Serbuk sari

Ada berbagai jenis struktur serbuk sari yang hadir dalam dua kelas ini, monokotil tumbuh dari tanaman dengan pori tunggal atau alur dalam serbuk sari, sedangkan dikotil tumbuh dari tanaman dengan tiga alur di serbuk sari mereka.

Akar

Akar dapat tumbuh baik dari radikula utama atau timbul dalam kelompok dari simpul dalam batang, yang disebut akar adventif. Monokotil diketahui memiliki akar adventif sedangkan dikotil memiliki radikula tempat dimana akar tumbuh. sistem akar serabut, dengan beberapa akar bercabang tumbuh dari batang, adalah ciri umum pada monokotil. Sebaliknya, dikotil memiliki sistem akar tunggang, akar lonjong yang tumbuh ke bawah dan memiliki akar lain yang tumbuh lateral dari akar tunggang.

Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan sekunder ditemukan dalam dikotil tetapi tidak ada dalam monokotil. Pertumbuhan sekunder membantu dalam produksi kayu dan kulit pohon.

Contoh Monokotil dan Dikotol

Ada sekitar 65.000 spesies monokotil. Beberapa contohnya termasuk bunga lili, bunga bakung, biji-bijian, tebu, pisang, kelapa, jahe, padi, jagung dan bawang.

Ada sekitar 250.000 spesies dikotil. Contohnya termasuk aster, mint, kacang, asam, dan mangga.

Pengecualian

Ada beberapa pengecualian untuk klasifikasi ini. Beberapa spesies yang termasuk monokotil dapat memiliki karakter seperti dikotil, karena kedua kelompok memiliki keturunan yang sama.

Artikel lainnya:


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *