5 Proses Pembentukan Bumi dan Tata Surya

Pada masa lalu, orang-orang beranggapan bahwa Bumi itu datar, namun anggapan ini digantikan oleh konsep yang diperkenalkan oleh Pythagoras (abad ke-6 SM) bahwa Bumi itu bulat

5 Proses Pembentukan Bumi dan Tata Surya – Dalam artikel ini kita akan membahas tentang asal mula terjadinya bumi dan jagat raya beserta isinya, serta teori-teori yang mendukung proses terbentuknya bumi dan jagat raya kita.

Teori Nebula (Immanuel Kant dan laplace – 1796)

Menurut teori ini, Jagat raya berasal dari kabut gas dan debu (nebula) yang terdiri dari helium dan hidrogen yang memenuhi ruang angkasa. Kemudian debu tersebut mengalami penurunan suhu, sehingga menjadi menyusut dan mulai berputar.

Pada awalnya putaran debu berjalan lambat, kemudian perlahan-lahan mulai cepat dan bentuk nya berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian besar material berkumpul di pusat cakram dan menjadi matahari, sedangkan sisa dari material yang tetap berputar membentuk planet dan satelitnya.

proses pembentukan bumi

Teori Pasang Surut (James H. Jeans dan harold jeffres – 1919)

Teori ini mengatakan bahwa pada ratusan juta tahun yang lalu, sebuah bintang mendekati matahari dan menghilang. Pada waktu yang bersamaan, sebagian material dari matahari terlepas. Material yang terlepas kemudian membentuk planet-planet pada sistem tata surya kita.

Teori Planetisimal (Mouton dan Chamberlain)

Matahari merupakan salah satu bintang dari keseluruhan bintang pada sistem tata surya kita. Ada sebuah bintang yang berpapasan dengan matahari dalam jarak dekat, sehingga terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari dan bintang tersebut. Sebagian material dari matahari tersedot oleh bintang tersebut, dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa kemudian menjadi planet yang beredar pada orbitnya, dan matahari sebagai pusatnya. Material yang terhambur ke ruang angkasa dinamakan planetisimal

teori planetisimal

Teori planetisimal

Teori Bintang Kembar (Hoyle)

Menurut teori ini matahari merupakan bintang kembar, kemudian salah satu dari bintang tersebut meledak dan pecahannya mengelilingi bintang yang tidak meledak. Gravitasi dari bintang yang tidak meledak menimbulkan perputaran. Bintang yang tidak meledak menjadi matahari sedangkan pecahan bintang yang meledak menjadi planet dan satelit

Teori Awan Debu (Von Wizseken)

Ia mengatakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan debu dan gas, gumpalan tersebut mengalami pemampatan, sehingga debu tertarik ke pusat gumpalan dan mulai berputar. Semakin lama, gumpalan tersebut memipih menjadi tebal dibagian tengah dan tipis dibagian tepi. Partikel pada bagian tengah kemudian saling menekan, sehingga menimbulkan panas yang disebut matahari. Sedangkan partikel yang berada dibagian tepi terpecah menjadi gumpalan-gumpalan kecil yang terus berputar kemudian membeku dan menjadi planet.

Artikel lainnya:


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *