Reaksi Kondensasi

Kondensasi adalah suatu reaksi kimia di mana satu molekul terbentuk dan satu molekul kecil (biasanya air) hilang.

Reaksi Kondensasi – Dalam reaksi kondensasi, dua molekul atau bagiannya bergabung dan melepaskan molekul kecil. Molekul kecil ini biasanya adalah air yang diketahui sebagai reaksi dehidrasi. Molekul yang hilang lainnya seperti hidrogen klorida, metanol, dan asam asetat.

kondensasi peptida

Kondensasi (dehidrasi) dari dua asam amino untuk membentuk ikatan peptida (merah) dengan menghilangkan air (biru).

Ketika dua molekul terpisah bereaksi, maka reaksi tersebut dinamakan reaksi kondensasi antarmolekul. Contoh sederhana adalah kondensasi dua asam amino untuk membentuk peptida. Contoh reaksi ini adalah kebalikan dari reaksi hidrolisis, yang membagi entitas kimia menjadi dua bagian melalui tindakan dari molekul air polar, yang dengan sendirinya terbagi menjadi ion hidroksida dan hidrogen.

Ketika kondensasi yang dilakukan antara bagian yang berbeda dari molekul yang sama, reaksi tersebut dinamakan reaksi kondensasi intramolekuler; dalam banyak kasus, reaksi tersebut menimbulkan formasi cincin. Contohnya adalah kondensasi Dieckmann, di mana dua kelompok ester dari molekul diester tunggal bereaksi satu sama lain untuk menurunkan molekul alkohol dan membentuk produk β-ketoester.

Banyak reaksi kondensasi mengikuti reaksi substitusi nukleofilik asil atau mekanisme reaksi kondensasi aldol. Kondensasi lainnya, seperti kondensasi acyloin, dipicu oleh kondisi radikal.

Reaksi Kondensasi Polimerisasi

Dalam satu jenis reaksi polimerisasi, serangkaian langkah kondensasi terjadi dimana monomer atau rantai monomer dinambahkan antara satu sama lain untuk membentuk rantai panjang. Ini disebut ” kondensasi polimerisasi,” atau ” langkah-pertumbuhan polimerisasi,” dan terjadi dalam proses seperti sintesis poliester atau nilon. Reaksi ini dapat berupa homopolimerisasi monomer A-B tunggal dengan dua kelompok akhir yang berbeda yang berkondensi, atau kopolimerisasi dua co-monomer A-A dan B-B. Molekul kecil biasanya dibebaskan dalam langkah-langkah kondensasi ini, tidak seperti reaksi polyaddition.

Polimer kondensasi sering membutuhkan panas, mpembentukannya lebih lambat dibandingkan polimer Selain itu, dan lebih rendah berat molekulnya. Jenis reaksi ini digunakan sebagai dasar untuk membuat banyak polimer yang penting, seperti nilon, poliester, dan berbagai epoxies. Hal ini juga merupakan dasar bagi pembentukan silikat dan polifosfat. Banyak transformasi biologis, seperti sintesis polipeptida, sintesis poliketida, sintesis terpene, fosforilasi, dan glycosylations adalah kondensasi.

Artikel lainnya:


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *