Bakteri Bermanfaat dan Bakteri Berbahaya

Bakteri memiliki manfaat yang penting dan berguna bagi manusia dan alam semesta, tetapi bakteri juga bisa menjadi tidak berguna dan berbahaya.

Bakteri penting

Tanpa fungsi utama beberapa bakteri, kehidupan di bumi akan sangat berbeda:

  • Beberapa bakteri mendegradasi senyawa organik untuk energi, dan tanpa bakteri, bumi akan memiliki tanah di mana untuk tumbuh tanaman.
  • Bakteri yang hidup dalam usus dapat membantu hewan memecah makanan. Ini disebut ‘bakteri baik’ membantu menjaga kondisi yang diperlukan untuk pencernaan makanan.
  • Beberapa bakteri hidup di bintil akar tanaman tertentu, misalnya, kacang polong, kacang-kacangan dan semanggi, dan mampu ‘memperbaiki’ nitrogen atmosfer menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman sebagai pupuk.

Para ilmuwan percaya adalah proses kimia awal cyanobacteria, memanfaatkan energi dari matahari, merilis oksigen yang membentuk atmosfer bumi. Butuh waktu sekitar 2 miliar tahun bagi bakteri untuk membangun cukup oksigen di atmosfer untuk memungkinkan evolusi organisme multisel.

Bakteri bermanfaat

Bakteri telah lama digunakan oleh manusia untuk membuat produk makanan seperti keju, yoghurt, acar, kecap dan cuka. dan juga bakteri dapat di gunakan untuk memecah limbah dan untuk membersihkan tumpahan minyak.

Banyak bakteri yang sangat cepat berkembang – di bawah kondisi ideal, Escherichia coli (E. Coli) yang mampu menggandakan jumlah mereka dalam 20 menit. Hal ini membuat bakteri menjadi alat yang sangat berguna dalam biologi molekuler dan biokimia, karena mereka dapat dimanipulasi jauh lebih cepat dari organisme yang lebih kompleks dan lebih lambat. Kita dapat memanipulasi bakteri untuk perkembangan protein, misalnya, insulin, dan kemudian bakteri tumbuh dalam tong besar untuk menghasilkan jumlah besar protein yang diinginkan.

Escherichia coli

Bakteri Escherichia coli

Bakteri berbahaya

Hanya segelintir kecil bakteri yang dikenal mampu menyebabkan penyakit. Bakteri ini disebut patogen.
Untuk menyebabkan penyakit, bakteri harus menyerang sel-sel dari organisme hidup. Kebanyakan bakteri tidak akan menyerang organisme hidup lain, dan lebih banyak bakteri menjadi tidak berbahaya dengan sistem kekebalan tubuh kita, sementara yang lain, seperti bakteri usus, yang bermanfaat.

Di banyak negara berkembang, kebersihan yang buruk, keterbatasan akses ke air bersih dan tidak mampu pengolahan limbah menyebabkan sejumlah besar kematian akibat infeksi bakteri, seperti bakteri yang menyebabkan disentri.

Bakteri Pseudomonas.

Bakteri Pseudomonas.

Munculnya antibiotik seperti penisilin telah sangat mengurangi jumlah kematian akibat infeksi bakteri. Namun, peningkatan penggunaan antibiotik di banyak negara telah menyebabkan adaptasi bakteri resisten terhadap antibiotik, yang dapat menyebabkan wabah yang disebut ‘super bug’. Para ilmuwan sekarang percaya bahwa manusia membutuhkan kontak dengan bakteri pada usia dini untuk ‘mendidik’ sistem kekebalan tubuh kita antara bakteri baik dan buruk. Para ilmuwan percaya bahwa obsesi masyarakat dengan produk antibakteri telah meningkatkan kemungkinan kita mengembangkan kondisi kekebalan tubuh dan dapat menangkal penyakit seperti asma, alergi dan eksim.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *