Pengertian dan Fungsi Sel pada Makhluk Hidup

Tidak ada suatu kehidupan yang terpisah dari kehidupan sel, baik mikroorganisme maupun makroorganisme.

Pengertian dan Fungsi Sel pada Makhluk Hidup – Teori sel merupakan dasar utama dari biologi modern. Dalam mendalai biologi harus mempelajari sel terlebih dahulu. Apkah yang dimaksud sel?. Robert Hooke dengan menggunakan mikroskop sederhana telah mengamati adanya rongga kecil seperti sarang laba-laba pada lapisan gabus yang disebut sel. Dengan perkembangan penemuan alat-alat seperti mikroskop fase kontras dan mikroskop elektron, semua organel yang menyusun sel dapat diamati dengan jelas.

Beberapa peneliti yang mempelajari sel setelah Robert Hooke adalah sebagai berikut:

  • Felix Dujardin (Prancis,1835) menemukan bahwa banyak mikroorganisme yang tersusun atas satu sel saja.
  • Matthias Schleiden dan Theodore Schwann ( Jerman,1838) menemukan bahwa sel adalah komponen dasar dari seluruh makhluk hidup.
  • Rudolf Virchow ( Jerman,1858) menemukan bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya

Pengertian Sel

Berdasarkan perkembangan dan fungsi sel, sel mengandung pengertian sebagai berikut:

Fungsi Sel

  • Sel Merupakan Unit Struktural Makhluk Hidup

Dalam hal ini mengandung pengertian bahwa tubuh organisme tersusun dari sel-sel. Bagaimana susunan sel-sel pada tumbuhan dan hewan multiseluler? Ternyata sel-sel tersusun sangat rapi dan terorganisir dengan baik. Sel-sel membentuk kelompok tertentu yang disebut jaringan. Beberapa jaringan membentuk organ tertentu dengan tugas tertentu. Beberapa organ membentuk sistem organ dan beberapa sistem organ membentuk satu kesatuan tubuh organisme.

  • Sel Merupakan Unit Fungsional

Semua proses dan kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup dilakukan oleh sel penyusunnya yang dapat diketahui dengan mempelajari struktur dan fungsi sel. Baik sel hewan maupun sel tumbuhan mempunyai susunan dasar yang terdiri atas selaput plasma, plasma sel, dan inti sel (nukleus)

  • Sel Merupakan Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup

Pertumbuhan pada hakikatnya merupakan suatu proses pertambahan volume pada tubuh organisme yang bersifat irreversible. Hal ini terjadi dari dua proses yang tidak dapat dipisahkan, yaitu sebagai berikut:

1. Sel penyusun tubuh membelah diri sehingga jumlahnya bertambah banyak

2. Masing-masing sel hasil pembelahan tumbuh menjadi sebesar sel semula karena penambahan zat-zat kedalamnya. Dengan demikian pertumbuhan pada suatu organisme merupakan akibat dari pertambahan dan pertumbuhan sel-sel tubuh penyusunnya.

  • Sel Merupakan Unit Hereditas dari Makhluk Hidup

Pada pembelahan sel secara mitosis maupu meiosis ditandai dengan mnculnya kromosom. Faktor keturunan yang diwariskan dari generasi ke generasi menempati kromosom. Bagaimana faktor keturunan dapat diterima oleh generasi berikutnya? Secara generatif individu keturunan merupakan hasil fertilisasi ovum oleh sperma dan disebut zygot yang membawa faktor keturunan dari kedua induknya.

Zygot tumbuh menjadi individu baru melalui pembelahan sel secara mitosis, sehingga faktor keturunan pada individu tersebut bermula dari faktor keturunan yang berada di dalam zygot

Fungsi Sel pada Makhluk Hidup

Sel dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan ada atau tidaknya nukleus (membran inti), yaitu sel eukariotaa dan prokariotaa. Sel eukariotaa adalah jenis sel yang memiliki membran inti (nukleus) contohnya adalah sel hewan, tumbuhan dan fungi. Sedangkan sel prokariota adalah jenis sel yang tidak dilengkapi dengan membran inti contohnya bakteri dan ganggang.

Sel Eukariota

Sel eukariota memiliki membran inti yang memisahkan Nukleus dengan sitoplasma. Sel ini juga memiliki struktur endomembran yang disebut dengan Organel. Organel-organel sel eukariota memiliki fungsi-fungsi tertentu yang menunjang kehidupan sel eukariota. Macam organel yang dimiliki Sel eukariota antara lain :

sel bakteri

Lisosom, Organel yang berperan dalam pencernaan sel. Organel ini mengandung enzim lisozim yang akan melisis bagain sel yang telah mati, rusak atau sudah tua.

Sentriol, organel yang berperan dalam pembelahan sel. Sentriol berfungsi menarik kromosom ke arah kutub yang berlawanan.

Mitokondria, Organel yang berperan dalam respirasi sel. Respirasi sel bertujuan untuk mengahasilkan energi yang akan digunakan dalam aktivitas sel.

Aparatus Golgi, Oraganel yang berperan dalam sekresi produk, baik protein, polisakarida maupun lemak.

Retikulum Endoplasma (RE), organel yang berperan dalam sintesis produk. Ada dua jenis RE, yaitu RE kasar (RE yang di bagian permukaannya terdapat butiran ribosom) dan RE halus (RE yang tidak memiliki ribosom). RE kasar berfungsi untuk mensintesis protein, sedangkan RE halus berfungsi  dalam sintesis lemak dan sterol.

Vakuola, organel yang berfungsi  dalam penyimpanan cadangan makanan, minyak atsiri dan sisa metabolisme sel.

Mikrotubulus, organel yang memiliki struktur tabung. contohnya flagela (untuk pergerakan sel), silia (alat pelekatan sel) dan spindel (untuk pembelahan sel).

Mikrofilamen, oragnel yang memiliki struktur filamen (benang). berfungsi dalam pergerakan sitoplasma dan kontraksi otot.

Badan Mikro, ada dua macam badan mikro, yaitu Peroksisom (mengandung enzim katalase) dan Glioksisom (mengandung enzim katalase dan oksidase)

Dinding Sel, struktur selulolitik dan kitin yang berfungsi memberi bentuk sel dan sebagai pelindung sel.

Plastida, organel yang mengandung pigmen (warna).

Sel Eukariota dibedakan atas sel hewan dan sel tumbuhan. Perbedaan yang mendasar antara kedua jenis sel tersebut adalah adanya beberapa bagian sel yang hanya dimiliki sel hewan (Sentrosom dan Lisosom) dan yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan (Plastida dan Dinding Sel).

Sel Prokariota

Bakteri sebagai organisme prokariotaik yang merupakan organisme uniseluler memiliki struktur sel yang tidak memiliki membran inti. Struktur sel secara umum yang dimiliki oleh sel prokariota dapat kita lihat pada sel bakteri, yaitu:

sel prokariota

Nukleus, nukleus atau inti sel berfungsi sebagai pengendali dan pengatur sel. seluruh aktifitas sel diatur oleh nukleus. Nukleus juga berfungsi sebagai pembawa informasi genetik yaitu kromosom, yang diwariskan ke generasi selanjutnya. Kromosom adalah struktur yang tersusun oleh molekul DNA dan protein (histon). Nukleus sel bakteri terpapar atau kontak langsung dengan sitoplasma karena tidak memiliki membran inti.

Sitoplasma, adalah bagian sel yang berisi cairan tempat berlangsungnya metabolisme sel. Kandungan terbesar dalam sitoplasma adalah air (80-90%).

Ribosom, merupakan struktur berupa butiran-butiran kecil yaang merupakan tempat sintesis protein. Protein disintesis atau dibuat dengan menggabungkan beberapa asam amino yang sesuai informasi genetik yang ada di molekul DNA. Ribosom berada di sitoplasma.

Mesosom, adalah membran sel pada sel prokariota mengalami pelekukan ke arah dalam. Mesosom berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel sehingga dihasilkan energi yang akan digunakan untuk aktifitas di dalam sel.

Membran Plasma, adalah lapisan di luar sitoplasma yang tersusun atas . Fungsi membran plasma adalah sebagai pelindung dan mengatur transportasi sel. Pengaturan transportasi sel dimasksudkan untuk mengatur keluar masuknya substansi ke dalam dan ke luar sel. Membran plasma juga berperan dalam penerima rangsang yang datang dari luar sel.

Dinding Sel, adalah struktur pelindung kedua setelah membran plasma.

Kapsul, adalah struktur pelindung sel ketiga setelah membran plasma dan dinding sel.

Pili (Bulu Rambut), berfungsi sebagai alat pelekatan sel bakteri pada suatu permukaan substrat atau benda.

Flagella (Flagel), berfungsi dalam pergerakan sel. Baik flagel dan pili disusun oleh mikrotubulus.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *