Sifat-sifat Asam dan Basa

Air mampu bertindak baik sebagai asam atau basa dan dapat menjalani ionisasi.

Sifat-sifat Asam dan Basa – Asam dan basa akan menetralisir antara satu sama lain untuk membentuk air dan garam. Asam dan basa merupakan dua senyawa yang sering kita jumpai dan digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sifat-sifat Asam

Asam telah lama dikenal sebagai senyawa umum larutan air yang menunjukkan sifat sebagai berikut:

  • Rasa asam yang khas.
  • Perubahan warna lakmus dari biru menjadi merah.
  • Bereaksi dengan logam tertentu untuk menghasilkan H2 gas.
  • Bereaksi dengan basa untuk membentuk garam dan air.

Larutan asam memiliki pH kurang dari 7, dengan nilai pH yang lebih rendah sesuai dengan peningkatan keasaman. Contoh umum asam termasuk asam asetat (dalam cuka), asam sulfat (digunakan dalam baterai mobil), dan asam tartaric (digunakan dalam baking).

Sifat-sifat Basa

Basa mempunyai sifat sebagai berikut:

  • Mempunyai rasa pahit
  • Jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH)
  • Dapat merubah warna indikator kertas lakmus merah menjadi biru
  • Memiliki pH lebih dari 7. Semakin besar nilah pH suatu zat maka semakin kuat derajat kebasaanya.
Logam dan reaksi asam

Zinc bereaksi dengan asam klorida membentuk gas hidrogen.

Definisi Asam

Ada tiga definisi umum untuk asam:

  •  Asam Arrhenius adalah zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) dalam larutan.
  • Asam Brønsted-Lowry adalah zat yang dapat bertindak sebagai donor proton.
  • Asam Lewis adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron.

Definisi Basa

Basa adalah zat yang dapat menerima ion hidrogen (proton) atau, lebih umum, menyumbangkan sepasang elektron valensi. Tiga definisi tentang basa:

  • Basa Arrhenius adalah senyawa yang menyumbangkan ion hidroksida (OH-) dalam larutan.
  • Basa Brønsted-Lowry adalah senyawa yang mampu menerima proton.
  • Basa Lewis adalah senyawa yang mampu menyumbangkan pasangan elektron.

Dalam air, larutan dasar akan memiliki pH antara 7-14.

Kekuatan Asam dan Asam Kuat

Kekuatan asam mengacu pada seberapa mudah suatu asam akan melepaskan atau menyumbangkan proton ke dalam larutan. Semakin kuat asam, semakin mudah ia akan melepaskan proton. Enam asam kuat adalah:

  • asam klorida (HCl)
  • asam bromida (HBr)
  • Asam iodida (HI)
  • asam sulfat (H2SO4, hanya proton pertama dianggap sangat asam)
  • asam nitrat (HNO3)
  • asam perklorat (HClO4)

Masing-masing asam ini mengionisasi 100% dalam larutan. Menurut definisi, asam kuat adalah asam yang terdisosiasi sempurna. Sebaliknya, asam lemah, hanya sebagian yang terdisosiasi dalam larutan.

Kekuatan Basa dan Basa Kuat

Kebanyakan logam alkali dan beberapa hidroksida logam alkali tanah adalah basa kuat dalam larutan. Contohnya seperti:

  • natrium hidroksida (NaOH)
  • kalium hidroksida (KOH)
  • lithium hidroksida (LiOH)
  • rubidium hidroksida (RbOH)
  • cesium hidroksida (CsOH)
  • kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
  • barium hidroksida (Ba(OH)2)
  • strontium hidroksida (Sr(OH2)

Hidroksida logam alkali dipisahkan sepenuhnya dalam larutan. Basa hidroksida logam tanah kurang larut tapi masih dianggap basa kuat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kekuatan Asam

Dua faktor kunci yang berkontribusi terhadap keseluruhan kekuatan asam:

  • Polaritas molekul
  • Kekuatan ikatan H-A

Kedua faktor sebenarnya saling terkait. Semakin polar molekul,dan kerapatan elektron dalam molekul akan semakin ditarik dari proton. Semakin besar muatan positif parsial pada proton, yang lemah ikatan HA-nya, akan dan lebih mudah proton akan terdisosiasi dalam larutan.

Asam kuat memiliki Ka lebih besar dan pKa lebih negatif dari asam lemah.

Reaksi Asam-Basa atau Reaksi Netralisasi

Asam dan basa bereaksi antara satu sama lain untuk menghasilkan air dan garam. Misalnya:

HCl (aq) + NaOH (aq) → H2O (l) + NaCl (aq)

Reaksi ini disebut reaksi netralisasi.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *