Zat Penyusun Tubuh Tumbuhan

Tubuhan melakukan pertukaran zat dengan lingkungannya. Tumbuhan memerlukan bermacam-macam zat yang di ambil dari lingkungannya, tetapi sebaliknya tumbuhan juga melepaskan zat-zat kedalam lingkungannya. Untuk mengetahui macam-macam unsur yang diperlukan oleh tumbuhan, maka dapat dilakukan percobaan kultur air dan kultur pasir atau analisis abu.

Percobaan analisis kimia (analisis abu) yang dilakukan terhadap suatu tumbuhan yang telah di keringkan sampai 110oC, kemudian di bakar dan di periksa abunya, ternyata dari gas-gas yang keluar terkandung berbagai macam unsur.

Unsur-unsur yang di ketahui dalam analisis itu ada yang banyak dan ada juga yang sedikit. Unsur-unsur yang banyak adalah kalium, natrium, kalsium, magnesium, alumunium, karbon, hidrogen, nitrogen, silisium, fosfor, dan klorin. Unsur-unsur yang sedikit adalah ferum, mangan, boron, kuprum, zink, dan molibdenum.

zat penyusun tanaman

Kultur air

Unsur-unsur hasil analisis abu tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut:

Unsur Makro

Unsur-unsur makro merupakan unsur-unsur yang selalu terdapat dalam tumbuhan, dan dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, seperti C, H, O, N, S, P, Ca, K, Mg, dan Fe.

Unsur Mikro

Unsur-unsur mikro merupakan unsur-unsur yang mutlak diperlukan oleh tumbuhan, tetapi dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit, seperti Mn, Cu, Zn, Co, B, dan Mo.

Unsur-unsur tambahan

Unsur-unsur tambahan merupakan unsur-unsur yang tidak dibutuhkan secara umum, tetapi di kehendaki oleh tanaman tertentu dan kadang-kadang merupakan unsur-unsur makro (dalam perentase yang cukup tinggi). Unsur-unsur yang termasuk unsur tambahan, seperti Cl, Na, Al, dan Si.

Percobaan analisis abu dapat mennjukan adanya unsur-unsur yang umumnya selalu terdapat dalam di tubuh tanaman

Apakah semua unsur tersebut dibutuhkan oleh tanaman supaya dapat tumbuh dengan sehat?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ahli telah melakukan percobaan-percobaan. Di antaranya adalah percobaan budidaya tanaman dalam air (water culture = kultur air) dan kultur pasir. Kultur air adalah cara memelihara tanaman dalam tabung yang diberi larutan zat-zat makanan buatan sehingga dapat diketahui dengan pasti zat-zat apa yang terkandung di dalamnya dan berapa kadarnya.

Kultur pasir hanyalah suatu variasi dari kultur air. Pada kultur pasir tumbuhan di tanam pada pasir kuarsa yang telah di sterilkan sehingga tidak mengandung zat-zat makanan yang dapat diserap oleh tumbuhan, kemudian di siram oleh zat-zat makanan buatan.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *