Bentuk dan Sifat Penyimpangan Sosial

Bentuk dan Sifat Penyimpangan Sosial – Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari terdapat perilaku, baik yang bersifat individual maupun kolektif. Perilaku masyarakat pada umumnya bersifat baik. Perilaku sosial menyebabkan terjadinya perkembangan masyarakat untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.

Pada kenyataannya terdapat pula perilaku sosial yang bersifat buruk yang dapat mengganggu orang lain. Perilaku semacam ini dikenal dengan sebutan perilaku menyimpang.

Bentuk Penyimpangan Sosial

Perilaku menyimpang merupakan tindakan anggota masyarakat yang tidak sesuai dengan norma. Bentuk perilaku yang menyimpang antara lain:

bentuk perilaku menyimpang

Tawuran Pelajar merupakan bentuk perilaku yang menyimpang

Penyimpangan primer

Penyimpangan primer merupakan suatu tindakan perilaku menyimpang yang dilakukan seseorang secara situasional. Penyimpangan ini bersifat sementara, dan akan kembali pada perilaku semula apabila situasi sudah tidak mendukung. Masyarakat masih dapat mentolelir perilaku menyimpang primer.

Contoh perilaku menyimpang primer adalah ngebut dijalan raya. Pada kondisi tertentu dimana jalan raya dalam keadaan lengang dapat terjadi seseorang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Hal ini tentu saja melanggar undang-undang lalu lintas, dan juga membahayakan pengguna jalan lainnya. Namun demikian, jika jalan sudah ramai kembali atau ada petugas, maka para pengendara tidak dapat ngebut. Jadi, perilaku ngebut sifatnya hanya sementara.

Contoh lainnya adalah membolos sekolah saat belum mengerjakn PR, tidak masuk kerja, dan lain sebagainya.

Penyimpangan sekunder

Perilaku penyimpangan sekunder ditandai dengan internalisasi pelanggaran pada diri pelaku. Pelanggaran norma sudah seperti menjadi bagian dari kepribadiannya. Penyimpangan sekunder merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang. Penyimpangan sekunder tidak dapat ditolelir oleh masyarakat. Pada tingkat yang lebih tinggi, penyimpangan sekunder sudah menjadi kebutuhan hidup para pelakunya.

Contoh perilaku menyimpang sekunder adalah pencuri yang sudah tertangkap dan dipenjara berkali-kali (residivis) pada umumnya tidak merasa jera juga. Mereka sudah menganggap bahwa mencuri adalah pekerjaannya. Oleh karena itu sudah tertanam dalam dirinya keinginan untuk melakukan pencurian.

Sifat Penyimpangan Sosial

Pada kenyataan sehari-hari, banyak dijumpai adanya bentuk penyimpangan perilaku oleh anggota masyarakat. Penyimpangan sosial tersebut dapat berwujud sebagai berikut:

Penyimpangan negatif

Penyimpangan negatif yaitu suatu penyimpangan yang terjadi dengan kecenderungan ke arah hal yang kurang baik. Penyimpangan negatif hampir identik dengan tindakan kejahatan. Contohnya: pencurian, pemerkosaan, dan sebagainya

Penyimpangan positif

Penyimpangan positif yaitu bentuk penyimpangan yang terjadi dengan kecenderungan mempunyai dampak yang positif. Contohnya: wanita yang bekerja sebagai sopir karena desakan ekonomi

Faktor penyebab perilaku menyimpang

Akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna

Dalam proses sosialisasi, ada kalanya seseorang tidak dapat menyerap dan memahami norma-norma sosial yang ada. Pada individu yang seperti ini akan terjadi perilaku yang anti sosial.

Contohnya: kenakalan remaja yang sering terjadi justru berawal dari keadaan didalam keluarganya. Orang tua yang sibuk dan kurang memperhatikan perkembangan jiwa anaknya menjadi faktor utama terjadinya kenakalan remaja.

Akibat proses sosialisasi terhadap sub-budaya menyimpang

Pada masyarakat, ada norma sosial yang diharapkan untuk dipatuhi anggotanya. Tetapi, adanya sub-budaya terntentu yang normanya justru bertentangan dengan norma sosial. Contohnya: perjudian.

Baca juga: Dampak Penyimpangan Sosial


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

One comment on “Bentuk dan Sifat Penyimpangan Sosial

  1. Ishak nathanel says:

    Bagus lagi lagi ungkapkan lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *