Pengertian, Ciri, dan Sifat Lithium

Pengertian, Ciri, dan Sifat Lithium – Lithium adalah bagian dari kelompok logam alkali dan dapat ditemukan dalam kolom pertama dari tabel periodik tepat di bawah hidrogen. Seperti semua logam alkali, lithium memiliki elektron valensi tunggal yang mudah diberikan untuk membentuk kation atau senyawa.

Karakteristik dan Sifat

lithium

Simbol: Li
Nomor atom: 3
Berat atom: 6.94
Klasifikasi: logam alkali
Fase pada Suhu Kamar: Padat
Kepadatan: 0,534 gram per cm3
Titik leleh: 180,54 ° C, 356,97 ° F
Titik didih: 1342 ° C, 2448 ° F
Ditemukan oleh: Johann Agustus Arfvedson tahun 1817

Pada suhu kamar lithium adalah logam lunak keperakan berwarna putih. Lithium adalah unsur yang paling padat dari unsur-unsur solid dan yang paling ringan dari semua logam. Ini memiliki kapasitas panas spesifik tertinggi dari setiap elemen solid.

Lithium sangat reaktif dan mudah terbakar. Ini harus disimpan dalam minyak karena akan bereaksi dengan udara atau air. Karena lithium dapat menyebabkan luka bakar jika terjadi kontak dengan kulit.

Lithium memiliki elektron valensi tunggal memungkinkan untuk menjadi konduktor listrik yang baik. Karena lithium mudah terbakar dan bahkan bisa meledak bila terkena udara dan air. Namun, kurang reaktif dan eksplosif dari logam alkali lainnya.

Dimana lithium ditemukan di Bumi?

Karena begitu reaktif, lithium tidak ditemukan dalam bentuk murni di alam. Namun, ditemukan di seluruh dunia dalam berbagai area termasuk air laut, air mineral, dan batuan beku.

Bagaimana lithium digunakan?

Lithium digunakan dalam berbagai aplikasi. Mungkin salah satu yang paling umum adalah baterai lithium. Sekitar 27% dari lithium yang digunakan untuk industri digunakan dalam baterai. Aplikasi utama lainnya adalah dalam pembuatan keramik dan kaca. Aplikasi lain termasuk pelumas, bahan pesawat, dan obat anti-depresi.

Bagaimana lithium ditemukan?

Lithium pertama kali ditemukan sebagai elemen oleh seorang ahli kimia berkebangsaan Swedia, yang bernama Johann Agustus Arfvedson pada tahun 1817 ketika ia sedang menganalisa bijih petalite. Lithium diisolasi dalam bentuk murni setahun kemudian oleh ahli kimia berkebangsaan Inggris Humphry Davy.

Dari mana asal nama lithium?

Lithium berasal dari bahasa Yunani yaitu “lithos” yang berarti “batu”. Nama tersebut diberikan oleh Johann Arfvedson (yang juga menemukannya).

Isotop

Lithium memiliki tujuh isotop dimana dua diantaranya stabil. Ketika Lithium ditemukan secara alami merupakan campuran dua isotop yang stabil.

Fakta Menarik tentang Lithium

  • Meskipun lithium berbentuk logam, tetapi lithium cukup lunak untuk dipotong dengan pisau.
  • logam lithium sangat ringan, sehingga dapat mengapung di atas permukaan air.
  • Kebakaran pada Lithium sulit untuk dipadamkan. Anda tidak dapat dipadamkan dengan menggunakan air karena air akan bereaksi dengan lithium dan bisa membuat api lebih besar.
  • bersama dengan hidrogen dan helium, litium adalah salah satu dari tiga elemen yang diproduksi dalam jumlah besar oleh Big Bang.
  • Saat terbakar, lithium mengeluarkan api berwarna merah terang.
  • Karena lithium merupakan logam ringan, maka dapat dicampur dengan logam lain seperti aluminium dan tembaga untuk membuat logam ringan yang kuat.
  • Litium hidroksida dapat digunakan untuk memurnikan udara dan mengeluarkan karbon dioksida dalam pesawat ruang angkasa dan kapal selam.

Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *