Pengertian Monosit

Monosit adalah suatu jenis leukosit (sel darah putih) yang melakukan patroli dalam aliran darah untuk mencari antigen. Seiring waktu, monosit bermigrasi ke dalam jaringan dan berkembang menjadi makrofag.

Monosit relatif besar (diameter 12 sampai 20 mikron) dan, jika diwarnai, memiliki berlimpah biru-abu-abu atau kadang-kadang sitoplasma merah muda pucat dengan butiran kecil, umumnya tidak bening. Vakuola sering hadir dalam sitoplasma. Inti tidak teratur, sering dengan lipatan halus dan sering lobulated. Monosit dewasa tidak memiliki nukleolus. Satu mililiter darah normal mengandung sampai satu juta monosit.

Monosit membantu sel darah putih lainnya menghilangkan jaringan mati atau rusak, menghancurkan sel-sel kanker, dan mengatur kekebalan terhadap zat-zat asing. Monosit diproduksi di sumsum tulang dan kemudian memasuki aliran darah, di mana mereka mencapai sekitar 1 sampai 10% dari leukosit yang beredar (200-600 monosit per mikroliter darah).

Pengertian Monosit

Setelah beberapa jam dalam aliran darah, mereka bermigrasi ke jaringan (seperti limpa, hati, paru-paru, dan tulang sumsum jaringan), di mana mereka tumbuh menjadi makrofag, sel-sel pemulung utama dari sistem kekebalan tubuh. Kelainan genetik yang mempengaruhi fungsi monosit dan makrofag dan menyebabkan penumpukan puing dalam sel mengakibatkan penyakit penyimpanan lipid (seperti penyakit Gaucher).

Peningkatan jumlah monosit dalam darah (monositosis) terjadi sebagai respons terhadap infeksi kronis, gangguan autoimun, gangguan darah, dan kanker tertentu. Sebuah proliferasi makrofag pada jaringan dapat terjadi sebagai respon terhadap infeksi, sarkoidosis dan Histiositosis sel.

Jumlah rendah monosit dalam darah (monocytopenia) dapat terjadi sebagai respon terhadap pelepasan racun ke dalam darah oleh beberapa jenis bakteri (endotoksemia), serta pada orang yang menerima kemoterapi.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *