Proses terjadinya Pelapukan

Proses terjadinya Pelapukan – Mengapa sinar matahari berpengaruh terhadap proses pelapukan? Karena sinar matahari berperan meningkatkan suhu dipermukaan bumi dan menguapkan air menjadi awan. Perbedaan suhu dipermukaan bumi menyebabkan terjadinya gerak angin sambil membawa awan yang nantinya akan menghasilkan hujan dipermukaan bumi. Terjadinya perbedaan suhu, curah hujan, dan angin secara terus menerus menyebabkan benda-benda mengalami pelapukan.

proses pelapukan

Proses pelapukan pada batu

Pelapukan terjadi akibat beberapa peristiwa yang terjadi saling berakumulasi dan berlangsung secara terus menerus, seperti perubahan suhu siang dan malam, panas matahari yang bisa mempengaruhi gerak angin, terjadinya hujan, serta gerak naik gelombang dilaut. Peristiwa alam tersebut merupakan peristiwa fisik. Selain itu, terdapt pula peristiwa biologis dan kimiawi yang membantu proses pelapukan, yaitu proses pembusukan dan karatan.

Jika kita melakukan pengamatan terhadap lingkungan maka akan terdapat adanya proses pelapukan dilingkungan sekitar kita. Mulai dari bangunan disekitar kita yang sudah berwarna kusam atau catnya terkelupas. Bahkan dibeberapa tempat terdapat dinding tembok yang sudah hancur. Benda-benda yang terbuat dari logam mengalami karatan yang lama kelamaan akan menghancurkan logam tersebut.

Langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi proses pelapukan adalah mengurangi proses pelapukan agar benda disekitar kita tetap awet dan selalu berguna sesuai dengan fungsinya. Misalnya agar logam tidak mudah berkarat, maka logam tersebut perlu dilindungi dari proses karatan. Seprti diketahui karatan terjadi akibat proses kimia antara logam dengan oksigen. Kondisi lembab menyebabkan proses pelapukan berlangsung lebih cepat. Agar logam terhindar dari oksigen dan udara lembab maka logam tersebut perlu dilapisi, misalnya dengan cara dicat.

Walaupun demikian, beberapa proses pelapukan ternyata tidak berdampak merugikan bagi manusia, seperti proses pembusukan. Proses pembusukan merupakan penguraian zat-zat yang terkandung dalam benda-benda hidup yang sudah mati, seperti sisa makanan dan sampah pembuangan yang berasal dari kotoran makhluk hidup. Proses pembusukan pada sampah ini akan menghasilkan zat-zat yang dapat menyuburkan tanah dan berguna bagi pertanian. Dampak negatif dari proses pembusukan ini adalah menjadi sumber segala macam penyakit, seperti kolera, muntaber, dan malaria. Oleh karena itu, tempat tinggal kita harus agak jauh dari timbunan sampah atau tanamlah sampah basah di dalam tanah.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *