Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit

Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit – Setelah mengalahkan pasukan daha di front utara, raden wijaya kembali ke tumapel, tetapi pasukan daha dari selatan telah menduduki ibukota singhasari.

Pasukan wijaya yang telah banyak berkurang tidak mampu menghadapi pasukan daha dan para prajuritnya bercerai berai. Raden Wijaya sendiri terpaksa melarikan diri dari kepungan pasukan daha. Ia menuju ke utara bersama pengikut setianya, yaitu: sora, nambi, rangga lawe, pedang dan gajah pagon.

Sampai di desa kudadu, raden wijaya diterima oleh lurah kadadu, yang merawat dan menyembunyikan wijaya dari kejaran pasukan daha. Dengan pertolongan lurah kudadu, esok harinya mereka naik perahu menuju ke madura.

raden wijaya

Di madura, ia diterima oleh Aria Wiraraja, yang kemudian mengusahan agar wijaya dapat diterima menyerahkan diri kepada Jayakatwang di kediri. Raden wijaya akhirnya mendapat kepercayaan penuh dari raja Jayakatwang. Kemudian raden wijaya meminta daerah hutan terik untuk dibuka menjadi desa, dengan dalih akan dijadikan pertahanan terdepan dalam menghadapi musuh yang menyerang melalui sungai brantas. Dan permintaan itu di kabulkan oleh raja jayakatwang.

Daerah terik dibuka oleh raden wijaya dengan mendapat bantuan dari wiraraja. Salah seorang pekerja yang merasa lapar makan buah maja yang banyak terdapat dihutan tersebut. Buah itu dirasa begitu pahit baginya, kemudian desa yang telah dibangun tersebut dinamakan desa majapahit.

Pada tahun 1293, pasukan cina yang berjumlah besar mendarat di tuban yang dipimpin oleh tiga orang panglima, yang bernama Che-pi, Yikomusu, dan Kau-shing. Ketika terdengar bahwa tentara cina mendarat di tuban, raden wijaya mengirim utusan untuk menyampaikan pernyataan bahwa ia sanggup membantu pasukan tartar.

Pasukan cina bergerak menyerbu kediri, sedangkan raden wijaya dan pasukannya mengikuti dari belakang. Setelah pertempuran dahsyat terjadi, pasukan jayakatwang dipukul mundur ke ibukota oleh pasukan cina dengan meninggalkan ribuan prajurit yang gugur. Ibukota kediri dikepung oleh pasukan cina.

Akhirnya raja jayakatwang beserta keluarga dan para pejabat kerajaan menyerahkan diri dan menjadi tawanan pasukan cina. Mereka dibawa ke benteng pertahanan pasukan cina di hujung galuh. Didalam penjara jayakatwang sempat menggubah sebuah kakawin yang diberi nama wukir polaman, ia meninggal dalam penjara tersebut.

Raden wijaya kembali ke majapahit dengan diantar oleh pasukan cina. Sesampainya di majapahit, pasukan cina di serang oleh pasukan raden wijaya sehingga terjadi perang. Balabantuan pasukan cina datang ke majapahit, tetapi dilawan oleh pasukan raden wijaya dengan taktik perang gerilya.

Tentara tartar yang biasa berperang di padang terbuka dengan pasukan kudanya, tidak mampu melayani perng gerilya dihutan-hutan, banyak diantara mereka yng jadi korban. Komandan tentara tartar menganggap perang tersebut tidak ada artinya, karena mereka telah melakasanakan tugas dan berhasil menghukum raja jawa. Selain itu tiupan angin sudah berubah, bila lama menungu mereka tidak dapat kembali ke negeri cina. Oleh sebab itu, panglima tentara cina memutuskan untuk kembali ke negeri cina.

Setelah tentara cia meninggalkan jawa dan raja kediri, terjadilah kekosongan kekuasaan. Kekosongan kekuasaan ini diisi oleh raden wijaya sebagai raja majapahit, meneruskan kerajaan singhasari. Sebagai raja majapahit ia bergelar Kertarajasa Jayawardhana

Baca Juga: Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *