Sosialisasi: Pengertian, Jenis dan Fungsi

Sosialisasi: Pengertian, Jenis dan Fungsi – Manusia dan lingkungan mempunyai interaksi yang sangat erat. Setiap manusia selalu belajar dan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hal ini terjadi karena manusia merupakan mahluk yang aktif untuk bertindak. Kecerdasan yang dimiliki manusia menjadikannya harus berpikir untuk dapat hidup dalam masyarakat.

Pengertian Sosialisasi

pengertian sosialisasi

Beberapa pengertian dari sosialisasi adalah sebagai berikut:

  • Sosialisasi adalah proses dimana seorang anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Berger)
  • Sosialisasi adalah suatu proses dimana individu mulai mau menerima dan menyesuaikan diri dengan masyarakatnya (Nursal Luth)

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan, bahwa sosialisasi merupakan suatu proses belajar individu untuk dapat menjadi anggota dari masyarakat yang ada di sekitarnya. Proses sosialisasi terjadi mulai sejak kecil hingga menjadi manusia dewasa.

Sosialisasi memiliki beberapa tahapa yaitu sebagai berikut:

  • Plat stage, yaitu tahapan dimana seorang anak kecil (individu) mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang ada di sekitarnya. Naka kecil terebut mulai mengenal orang terdekatnya terutama anggota keluarga.
  • Game stage, yaitu suatu tahapan seorang anak yang tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankan, tetapi juga telah mengetahui peranan orang lain.
  • Generalized others, yaitu tahapan dimana seorang anak mampu mengambil peranan-peranan yang dijalankan oranglain di masyarakat.

Jenis-jenis Sosialisasi

Terdapat 2 (dua) jenis sosialisasi yaitu sebagai berikut:

Sosialisasi primer

Sosialisasi primer merupakan proses sosialisasi yang terjadi pada lingkungan terdekat. Sosialisasi ini pada umumnya terjadi di keluarga. Dalam keluarga, seseorang akan diperkenalkan dengan berbagai macam nilai dan norma. Pada sosialisasi primer, anak diajarkan bagaimana untuk dapat mengenali dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Anak diberitahu dan diperkenalkan bagaimana cara berperilaku yang baik.

Sosialisasi sekunder

Sosialisasi sekunder terjadi pada seseorang dengan dunia luar yang lebih luas. Sosialisasi ini terutama dengan teman sepermainan. Seringkali pada proses sosialisasi sekunder justru menjadi sangat dominan terhadap pembentukan sikap seseorang. Pada sosialisasi sekunder, seseorang akan banyak beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang luas.

Fungsi Sosialisasi

Dalam hidup seseorang akan selalu berinteraksi dengan orang lain. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antar individu dalam masyarakat. Dalam interaksinya, individu memperoleh pengalaman-pengalaman baru. Pengalaman baru tersebut akan membentuk perilaku pada individu. Perilaku individu dipengaruhi oleh sifat dasar, lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya.

Semakin banyak sosialisasi yang dilakukan oleh individu, maka akan semakin bertambah pengalaman dalam pembentukan karakter individu. Mereka akan belajar dari orang lain dalam interaksinya. Cara belajar dari orang lain tersebut adalah sebagai berikut:

  • Imitasi, yaitu proses peniruan individu lain. Proses imitasi yang paling awal dalam kehidupan individu adalah imitasi dalam keluarga. Semakin usia anak bertambah, ia akan semakin luas dalam pergaulannya. Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya proses imitasi akan semakin besar. Ia akan meniru orang-orang yang berinteraksi dengannya. Ia melihat orang lain menjadi orang kaya atau sarjana, maka ia akan meniru untuk dapat meraih status dan peran tersebut.
  • Motivasi, yaitu dorongan dalam diri individu untuk bertindak. Motivasi akan mempercepat individu dalam melakukan interaksi sosial. Misalnya, seseorang yang ingin pandai seperti orang lain, maka ia akan berusaha untuk belajar agar dapat menyamai orang yang dimaksud.

Proses sosialisasi akan mendorong seseorang untuk meraih kedudukan yang lebih baik. Seorang individu selalu mengharapkan mempunyai pekerjaan yang baik, penghasilan yang besar, dan memiliki bekal kepandaian yang cukup. Ia selalu berharap agar di hari tuanya tidak hidup dalam kemiskinan. Oleh karena itu, ia akan berusaha untuk belajar sungguh-sungguh agar mencapai kedudukan sosial yang tinggi di masyarakat. Dengan kedudukan sosial yang tinggi, seseorang akan dapat menjalankan peran sosialnya dengan baik. Jika apa yang diharapkan dapat terwujud, maka ia akan mendapatkan kepuasan sosial (sosial satisfaction)


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *