3 Ciri Fisik Gas Mulia

3 Ciri Fisik Gas Mulia – Beberapa gas yang membentuk senyawa kimia yang dikenal sebagai kelompok 18 dalam Tabel Periodik. Unsur yang biasa dikenal dengan istilah “gas mulia” karena tingkat stabilitas yang luar biasa. Gas-gas mulia berbagi tiga karakteristik fisik umum dan beberapa kesamaan kimia yang unik dalam kelompok gas.

Gas mulia

Setelah dikenal sebagai “gas mulia,” enam unsur dalam kelompok 18 dari tabel periodik dikenal sebagai gas mulia, yaitu: helium, neon, argon, kripton, xenon dan radon. Penggunaan kata “mulia” berasal dari kenyataan bahwa keenam gas tersebut sangat reaktif dengan bahan kimia lain dan dengan demikian, kata “mulia” di atas berarti bereaksi dengan unsur lainnya. Keenam gas ini juga sebelumnya disebut “gas inert,” tapi deskripsi yang tidak sepenuhnya akurat karena beberapa gas tersebut benar-benar dapat berpartisipasi dalam reaksi kimia. Karena gas tersebut sangat stabil, membuat reaksi kimia tidak mungkin, namun hanya mungkin dalam keadaan yang sangat spesifik.

Tiga Karakteristik Fisik

gas mulia

Gas mulia memiliki tiga karateristik fisik

Gas mulia berbagi tiga karakteristik fisik utama, yaitu: mereka tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Gas mulia juga ditandai dengan fakta bahwa mereka tetap dalam bentuk gas pada suhu kamar, meskipun mereka akan dikonversi ke keadaan cair pada suhu tertentu. Selain itu, gas mulia tidak larut dalam air. Selain karakteristik fisik ini, sejumlah karakteristik kimia tetap konsisten di antara semua gas mulia.

Karakteristik kimia

Dari perspektif kimia, gas mulia sangat reaktif. Kulit terluar masing-masing gas mulia terdiri dari elektron valensi yang “penuh,” yang berarti mereka memiliki sedikit kecenderungan untuk mendapatkan atau kehilangan elektron, yang akan menyebabkan mereka untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia. Selain itu, titik leleh dan titik didih untuk masing-masing gas mulia hampir sama, perbedaannya kurang dari 18 derajat Fahrenheit (10 derajat Celcius). Akibatnya, gas mulia akan tetap dalam keadaan cair dalam kisaran suhu.

Penggunaan

Keenam gas mulia masing-masing memiliki kegunaan umum di berbagai bagian. Kepadatan Helium rendah dan stabilitas telah menyebabkan penggunaannya dalam balon lebih ringan dari udara. Neon umumnya digunakan dalam tabung kaca lampu neon. Argon, digunakan dalam bola lampu biasa, dan juga dalam pengelasan untuk memberikan suasana inert. Kripton dan xenon memiliki aplikasi dalam pencahayaan komersial; keduanya digunakan dalam lampu berkedip stroboskopik digunakan pada landasan pacu bandara. Radon, karena radioaktivitasnya, digunakan dalam pengobatan medis seperti radioterapi.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *