Ciri-ciri Chlamydomonas

Oleh :

Ciri-ciri Chlamydomonas – Chlamydomonas merupakan sel haploid berflagela. Selama reproduksi seksual, sel tersebut akan melakukan tiga kali pembelahan mitosis dan membentuk 2-8 sel haploid berflagela.

Ciri utama dari Chlamydomonas adalah organisme bersel tunggal, memiliki dua flagela, tahan banting dan merupakan genetik sederhana. Chlamydomnas membuat model penelitian yang sangat baik untuk menunjukkan bagaimana organisme biologi beroperasi.

Chlamydomonas dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana organisme merasakan perubahan lingkungan melalui penginderaan cahaya melalui eyespot dan dapat bergerak dengan menggunakan flagella.

Ciri-ciri Chlamydomonas

Ciri-ciri Chlamydomonas adalah:

  • Memiliki sel berbentuk lonjong dan dinding sel berbahan selulosa
  • Memiliki sepasang flagela yang terdapat di depan sel.
  • Memiliki bintik mata yang mengandung pigmen berwarna kemerahan terletak di pangkal flagela yang biasa disebut dengan stigma.
  • Hidup secara Autotrof dengan kloroplas tunggal.
  • Memiliki vakuola kontraktil dan pirenoid.
  • Kelebihan fotosintesis pada Chlamydomonas akan disimpan sebagai pati di sekitar pirenoid.
  • Memiliki vakuola kontraktil berfungsi mengeluarkan kelebihan air untuk menjaga kestabilan osmotis sel.
  • Bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi dan secara seksual dengan isogami.

Chlamydomonas juga dapat tumbuh di berbagai lingkungan selama ada sumber karbon melalui fotosintesis dengan kehadiran sumber cahaya atau media yang kaya karbon dalam kegelapan. Hal ini membuat chlamydomonas berguna dalam menunjukkan bagaimana organisme beradaptasi dengan kondisi dan iklim yang berbeda.

Keuntungan lain penelitian menggunakan chlamydomonas adalah kemudahan dalam menandai dan memodifikasi strain yang berbeda. Siklus hidup yang pendek memungkinkan mutasi harus segera dibuat sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Chlamydomonas

 

Reproduksi Chlamydomonas

Chlamydomonas dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan cara membentuk zoospora melalui pembelahan inti secara mitosis, sementara reproduksi seksualnya dimulai dengan membelahnya sel dan kemudian menghasilkan gamet jantan atau gamet betina.

Kedua jenis gamet tersebut akan dihasilkan dengan bentuk yang dan ukuran yang sama. Kedua gamet tersebut akan membentuk zigot yang dinding selnya tebal atau zigospora. Zigospora tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik.

Setelah terbentuk Zigospora, dinding tebal zigospora akan pecah dan keluar zoospora. Zoospora akan melakukan pembelahan meiosis untuk membentuk sel anak Chlamydomonas


Facebook Twitter

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *