Pengertian Difusi dan Osmosis

Pengertian Difusi dan Osmosis – Apa pengertian difusi dan osmosis? Dalam biologi, kedua istilah berkaitan dengan jenis transpor pasif. Transpor pasif berarti bahwa molekul-molekul bergerak masuk dan keluar dari sel tidak membutuhkan energi untuk bergerak. Untuk lebih rinci, difusi adalah proses dimana molekul bergerak dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah konsentrasi rendah. Di sisi lain, osmosis adalah difusi yang terjadi di membran permeabel.

Pengertian Difusi dan Osmosis

Difusi

Difusi dan difusi molekuler adalah istilah yang dapat digunakan secara bergantian. Setiap materi terdiri dari molekul-molekul. Terlepas dari keadaan materi, semua molekul yang ditemukan di dalamnya terus bergerak beberapa derajat. Gerakan ini secara acak dan tanpa pola tertentu. Para ilmuwan menekankan bahwa gerakan acak adalah alasan mengapa difusi berlangsung.

Kebanyakan orang berpikir bahwa untuk dapat menyaksikan difusi kita harus melihat masalah sampel di bawah mikroskop. Namun, dengan tes sederhana siapa pun dapat mengamati difusi dengan mata telanjang. Sebuah tes sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan segelas air dan satu tetes pewarna. Masukan setetes pewarna dalam segelas air dan mengamati bagaimana pewarna menyebar. Gerakan molekul acak pewarna adalah apa yang membuatnya menyebar dalam air.

Dengan cepat, air akan berubah warna dan akan memiliki warna seragam. Kejadian ini disebut keseimbangan. Equilibrium adalah keadaan di mana molekul menyebar sampai mereka mencapai konsentrasi seragam. Kejadian ini mengambil bagian penting dalam beberapa disiplin ilmu seperti biologi, fisika dan kimia.

Osmosis

Osmosis sebenarnya adalah difusi yang terjadi di membran semi permeabel. Untuk penjelasan yang lebih jelas, osmosis adalah gerakan air yang melintasi membran semi permeabel dari daerah konsentrasi zat terlarut rendah ke daerah konsentrasi zat terlarut tinggi. Serupa dengan difusi, osmosis adalah proses transpor pasif. Hasil osmosis adalah memisahkan larutan dari konsentrasi yang berbeda.

Air adalah cairan paling cocok untuk menunjukkan osmosis. Osmosis adalah proses penting bagi setiap organisme hidup di planet ini, termasuk manusia dan tanaman. Untuk memahami lebih baik tentang bagaimana proses kerja osmosis, ada beberapa istilah penting untuk diingat: pelarut, zat terlarut, larutan, hipotonik, dan hipertonik.

Pelarut adalah cairan yang melewati membran semi permeabel. Pelarut adalah agen yang digunakan untuk melarutkan zat dalam cairan. Substansi yang dilarutkan oleh pelarut disebut zat terlarut. Hasil kombinasi zat pelarut dan terlarut disebut larutan. Istilah hipotonik dan hipertonik adalah berlawanan. Hipotonik adalah istilah yang mengacu pada larutan yang memiliki tingkat rendah zat terlarut. Hipertonik adalah sebaliknya dan itu berarti larutan memiliki tingkat tinggi zat terlarut.

Prinsip-prinsip osmosis memiliki dampak yang besar terhadap pemahaman konsep yang berbeda. Osmosis membantu orang-orang di bidang medis memahami beberapa kondisi medis yang dianggap fatal. Salah satu contoh terbaik adalah keracunan air. Kondisi ini terjadi ketika seseorang minum terlalu banyak air pada fase cepat. Dehidrasi juga merupakan salah satu kondisi medis yang fatal yang dipahami melalui prinsip-prinsip osmosis.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

One comment on “Pengertian Difusi dan Osmosis

  1. Dimas says:

    apakah harus air?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *