Pengertian Osmoregulasi

Osmoregulasi adalah proses kompleks yang mengacu pada kontrol garam, air dan mineral dalam tubuh. Proses Osmoregulasi mencegah cairan dalam tubuh menjadi terlalu terkonsentrasi atau terlalu encer.

Kandungan air dalam tubuh dikendalikan adalah beberapa bentuk, dengan mekanisme di tempat untuk memperhitungkan kehilangan air. Ini termasuk berkeringat dan menghilangkan air melalui urine. Osmoreseptor ada pada hipotalamus, yang berperan untuk mendeteksi penurunan potensi air darah.

Dengan menyerap air dari cairan, tubuh mencegah ekskresi terlalu banyak cairan. Sistem ekskresi manusia adalah cara yang paling penting untuk osmoregulasi.

Pengertian Osmoregulasi

Mekanisme Osmoregulasi Pada Tubuh Hewan

Berdasarkan tingkat tekanan osmotiknya osmoregulasi dibedakan menjadi dua,yaitu: hiperosmotik dan hipoosmotik.

Pada dasarnya regulator hiperosmotik menghadapi dua masalah fisiologik yaitu:

  • Air cenderung masuk ke dalam tubuh hewan, sebab kosentarsi zat terlarut dalam tubuh hewan lebih tinggi dari pada dalam mediumnya
  • Zat terlarut cenderung keluar tubuh sebab kosentrasi didalam tubuh.

Di samping itu pembuangan air sebagai penyeimabang air masuk juga membawa zat terlarut di dalamnya. Lebih tinggi dari pada di luar tubuh (meningkatkan permeabilitas dinding tubuh) atau mengeluarkan kelebihan air yang ada dalam tubuh (lewat urin dan feses) sebaliknya terhadap zat terlarut, hewan harus mengurangi jumlah air yang masuk kedalam tubuhnya, dan memasukkan garam-garam kedalam tubuhnya (lewat makan dan minum) atau mempertahankan zat terlarut dalam tubuhnya.

Sebaliknya pada regulator hipoosmotik menghadapi masalah fisiologik yaitu:

  • Air cenderung keluar tubuh, sebab kadar air dalam tubuh tinggidari pada mediumnya, dan
  • Zat terlarut cenderung masuk ke dalam tubuh,sebab kadar zat terlarut didalam tubuh (dalam medium) lebih tinggi dari pada dsalam cairan tubuhnya.

Untuk menghadapi hal tersebut maka regulator hipoosmotik harus menghambat keluarnya air dari dalam tubuh atau mempertahankan air yang ada dalam tubuh, sebaliknya terhadap zat terlarut, hewan harus Berusaha mencegah masuknya garam kedalam tubuh atau mengeluarkan kelebihan garan yang masuk tubuh.

Organisme air seperti salmon yang toleran terhadap kisaran salinitas yang relatif luas sehingga dapat bertahan hidup dengan baik di air tawar dan air laut. Mekanisme osmoregulatory mereka telah berevolusi untuk bertahan hidup dalam berbagai lingkungan perairan .

Dalam relatif hipotonik  (tekanan osmotik rendah) air tawar, kulit mereka menyerap air. Ikan tidak minum banyak air dan elektrolit, menyeimbangkan dengan buang air encer dan sedang aktif mengambil garam melalui insang. Ketika mereka pindah ke lingkungan laut hipertonik, salmon kehilangan air, buang air garam berlebih melalui insang dan urine mereka


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *