Fungsi Koklea pada Telinga

Koklea merupakan bagian dari saraf vestibulokoklearis perifer ke akar koklea, yang terdiri dari proses saraf dengan terminal pada empat baris sel rambut dan neuron bipolar spiral ganglion.

Koklea mampu menganalisis suara yang luar biasa, baik dari segi frekuensi dan intensitas.
Koklea manusia mampu menangkap persepsi suara antara 20 Hz dan 20 Hz 000 (hampir 10 oktaf), dengan resolusi 1/230 oktaf (dari 3 Hz pada 1000 Hz).
Pada 1000 Hz, koklea mengkodekan tekanan akustik antara 0 dB SPL (2 x 10-5 Pa) dan 120 dB SPL (20 Pa).

Fungsi Saraf Koklea pada Telinga

Koklea adalah bagian dari telinga bagian dalam yang terlihat sangat seperti cangkang siput. Koklea dibagi menjadi tiga ruang yang berbeda, yang masing-masing menerima frekuensi suara yang berbeda. Koklea berisi cairan yang disebut perilymph dan rambut kecil yang sensitif yang disebut silia.

Ketika tekanan suara ditransmisikan ke cairan dari telinga bagian dalam oleh stapes, terjadi tekanan gelombang deformasi membran basilar di daerah yang khusus untuk frekuensi getaran. Dengan cara ini, frekuensi yang lebih tinggi menyebabkan gerakan di dasar koklea, dan frekuensi yang lebih rendah bekerja di puncak. Karakteristik ini dikenal sebagai tonotopy koklea.

Fungsi Koklea

Fungsi koklea adalah untuk mengubah getaran yang berasal dari cairan koklea dan struktur terkait menjadi sinyal saraf. Koklea menerima suara dalam bentuk getaran, yang menyebabkan perilymph dan silia bergerak. Silia kemudian mengkonversi getaran ini menjadi impuls saraf yang diinterpretasikan oleh otak sebagai suara.

Hal ini terjadi pada organ Corti, yang terletak di sepanjang koklea. Corti terdiri dari sel-sel sensorik yang disebut sel-sel rambut, yang mengkonversi getaran menjadi pesan saraf. Pesan ini kemudian diteruskan ke saraf pendengaran dan dibawa ke otak.

 


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *