Gangguan Pada Lobus Parietal

Gangguan Pada Lobus Parietal – Lobus parietal dapat dibagi menjadi dua wilayah fungsional. Satu melibatkan sensasi dan persepsi dan yang lainnya adalah berkaitan dengan mengintegrasikan masukan sensorik, terutama dengan sistem visual. Fungsi pertama mengintegrasikan informasi sensorik untuk membentuk persepsi tunggal (kognisi). Fungsi kedua membangun sebuah sistem koordinat spasial untuk mewakili dunia di sekitar kita. Individu dengan kerusakan pada lobus parietal sering menunjukkan defisit mencolok, seperti kelainan pada citra tubuh dan hubungan spasial.

Kerusakan pada lobus parietal kiri dapat menghasilkan apa yang disebut “Sindrom Gerstmann”. Ini termasuk kebingungan antara kanan-kiri, kesulitan dalam menulis (agraphia) dan kesulitan dalam menghitung (acalculia). Hal ini juga dapat menghasilkan gangguan bahasa (aphasia) dan ketidakmampuan untuk melihat benda-benda yang biasanya (agnosia).

Lobus parietal

Kerusakan pada lobus parietal kanan dapat mengakibatkan mengabaikan bagian tubuh atau ruang (pengabaian kontralateral), yang dapat merusak banyak keterampilan perawatan diri seperti berpakaian dan mencuci. Kerusakan sisi kanan juga dapat menyebabkan kesulitan dalam membuat hal-hal (apraxia konstruksi), defisit penolakan (anosagnosia) dan kemampuan menggambar.

Kerusakan Bilateral (lesi besar untuk kedua belah pihak) dapat menyebabkan “Balint Sindrom”, perhatian visual dan sindrom motorik. Hal ini ditandai dengan ketidakmampuan untuk secara sukarela mengendalikan tatapan (apraxia okular), ketidakmampuan untuk mengintegrasikan komponen adegan visual (Simultanagnosia), dan ketidakmampuan untuk secara akurat meraih sebuah objek dengan panduan visual (ataksia optik).

Defisit khusus (terutama untuk memori dan kepribadian) dapat terjadi jika ada kerusakan pada daerah antara parietal dan lobus temporal.

Meninggalkan lesi parietal-temporal dapat mempengaruhi memori verbal dan kemampuan untuk mengingat string digit (Warrington & Weiskrantz, 1977). Lobus parietal-temporal kanan berkaitan dengan memori non-verbal.

Cedera pada parietal-temporal yang tepat dapat menghasilkan perubahan signifikan dalam kepribadian.

 


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *