Pengertian Bakteri Autotrof

Pengertian Bakteri Autotrof – Bakteri autotrof menggambarkan berbagai kelompok mikroorganisme yang dapat membuat energi untuk mereka sendiri. Untuk membuat energi penting untuk hidup dan fungsi sehari-hari, bakteri mengambil bahan anorganik dan mengubahnya menjadi zat organik yang dapat dipecah. Ada dua kelas utama autotrof: Kemoautotrof dan Fotoautotrof.

Kemoautotrof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia. Mereka mampu mengambil karbon dioksida dan air serta mengkonversi zat tersebut menjadi karbohidrat dan gula. Karbohidrat dan gula adalah sumber energi utama bagi bakteri. Bakteri ini sangat berguna di atmosfer. Karena karbon dioksida merupakan produk limbah dari sumber lain, mikroorganisme ini berfungsi sebagai pendaur ulang, mengubah karbon dioksida menjadi sumber yang berguna untuk energi.

bakteri autotrof

Satu fakta menarik tentang Kemoautotrof adalah bahwa mereka berkembang pada suhu yang lebih tinggi. Beberapa dapat ditemukan di sumber air panas, yang memiliki temperatur yang lebih tinggi dari rata-rata bakteri. Bakteri ini unik karena mereka dapat bertahan hidup di lingkungan yang hampir semua bakteri lainnya akan mati. Halophiles juga merupakan jenis Kemoautotrof. Halophile adalah organisme yang dapat hidup dalam lingkungan garam yang berlimpah. Para ilmuwan terkejut menemukan halophiles di Laut Mati karena kandungan garam yang tinggi sudah cukup untuk membunuh organisme lain, tetapi halopiles mampu bertahan lingkungan kaustik.

Fotoautotrof adalah autotrof yang memperoleh energi mereka dari sinar matahari. Sama seperti tanaman, organisme ini dapat mengubah energi cahaya menjadi energi kimia yang akan memicu proses bakteri itu. Organisme ini mengandung pigmen hijau yang disebut cyanobacteria. Seperti klorofil pada tanaman, zat ini membantu untuk mengubah karbon dioksida dan sinar matahari menjadi oksigen dan gula.

Bakteri ini memiliki beberapa karakteristik yang unik juga. Tidak banyak organisme yang menggunakan energi cahaya sebagai sumber energi. Radiasi dari sinar matahari biasanya terlihat sebagai kekuatan yang merusak. Bakteri ini berbeda, mereka mampu mengkonversi sumber energi agak berbahaya menjadi salah satu yang dapat digunakan. Bakteri ini memiliki berbagai warna. Sebagian besar berwarna agak gelap yang membantu mereka untuk menarik sinar matahari, tetapi banyak juga yang berwarna hijau sampai berwarna ungu, dan beberapa bakteri berwarna biru tua. Warna membantu identifikasi bakteri. Autotrof adalah bagian yang unik dan menarik dari dunia bakteri. Mereka melakukan tugas-tugas penting, meskipun mereka tidak bisa dilihat oleh mata. Bakteri autotrof saat ini sedang dipelajari oleh para ilmuwan yang tertarik pada sifat-sifat mereka dan konsekuensi bagi dunia saat ini.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *