Pengertian Lahan Garapan

Pengertian Lahan Garapan – Dalam bidang geografi, istilah tanah subur pertanian mengacu pada lahan yang dapat digunakan untuk bercocok tanam. Istilah ini berasal dari kata Latin arare, yang berarti “untuk membajak.” Lahan garapan berbeda dari tanah yang diolah dan melibatkan semua tanah dimana iklim dan tanah sangat cocok untuk pertanian, seperti padang rumput dan hutan, serta daerah yang dikategorikan berada dekat komunitas manusia.

Berbicara regional dan global, hamparan perubahan tanah yang subur, bahkan jika itu dikendalikan oleh topologi dan daratan. Alasan untuk variasi ini dapat dikaitkan dengan iklim, serta faktor manusia. Beberapa contoh faktor-faktor ini termasuk deforestasi, urbanisasi, irigasi, terasering, TPA, dan penggurunan. Sehubungan dengan perubahan ini, para peneliti juga tertarik untuk belajar tentang dampaknya terhadap produksi pangan.

Pengertian Lahan Garapan

Sedimen yang berasal dari sungai dan laut selama masa geologi dianggap menjadi bagian paling produktif dari tanah yang subur. Pada saat ini, sungai jarang banjir akibat tindakan pengendalian banjir digunakan.

Kebalikan dari tanah yang subur adalah lahan non-pertanian, yang mengacu pada tanah yang tidak cocok untuk keperluan pertanian. Beberapa alasan mengapa lahan non-pertanian tidak cocok untuk pertanian termasuk kurangnya sumber air tawar, suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, terlalu banyak batu, terlalu kekurangan nutrisi tanah, juga kurang hujan, terlalu banyak polusi, atau terlalu bersalju. Nama lain untuk lahan non-pertanian meliputi lahan yang buruk, tanah tak bertuan, atau gurun.

Hal ini dimungkinkan untuk lahan non-pertanian untuk diubah menjadi lahan garapan dalam rangka untuk menghasilkan jumlah yang lebih besar dari makanan. Melakukan hal tersebut dapat mengakibatkan kebutuhan yang lebih rendah untuk impor makanan, dan peningkatan tingkat swasembada pangan negara dan kemerdekaan politik. Proses konversi lahan non-pertanian menjadi salah satu garapan melibatkan penciptaan saluran irigasi baru, penanaman pohon, pemberian pupuk dan pestisida, desalinasi tanaman, pembangunan rumah kaca, dan hidroponik.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *