Pengertian Monoatomik, Diatomik, dan Poliatomik

Oleh :

Pengertian Monoatomik, Diatomik, dan Poliatomik – Atom adalah partikel terkecil yang terdiri dari inti dan dikelilingi oleh partikel bermuatan negatif yang disebut elektron. Inti juga mengandung partikel positif (proton) dan partikel netral (neutron). Jumlah proton disebut sebagai nomor atom. Nomor ini mengidentifikasi setiap unsur kimia. Pada gilirannya, proton dan neutron terdiri dari quark.

Pengertian Monoatomik

Monoatomik adalah ion yang terbentuk dari atom tunggal. Ion dengan muatan positif, seperti natrium (Na+) yang kation. Dan ion dengan muatan negatif, seperti klorin (Cl) yang anion. Ion monoatomik juga dikenal sebagai ion sederhana.

Monatomic

Ion terbentuk dengan memperoleh atau kehilangan elektron. Dalam atom netral, jumlah proton dan elektronnya sama. Ion yang memperoleh atau kehilangan elektron menghasil muatan listrik positif atau negatif. Ion terbentuk dalam beberapa cara. Senyawa ionik yang larut dalam air terdisosiasi menjadi kation dan anion dalam larutan. Ion terbentuk ketika atom dibombardir dengan radiasi. Ketika senyawa ionik tertentu mencair, ion terbentuk di cairan.

Zat yang mengionisasi dalam air adalah elektrolit. Air murni adalah konduktor listrik yang buruk. Namun, larutan air yang mengandung elektrolit adalah konduktor listrik yang baik. Ketika air menguap, ion bergabung untuk membentuk senyawa netral lagi. Namun, jika ion lain hadir, mereka kadang-kadang bergabung untuk membentuk senyawa baru.

Loading...

Jika asam menetralkan basa, ion H+ bergabung dengan ion OH membentuk air. Ion-ion yang tersisa membentuk garam. Ion tertentu dalam larutan menggabungkan untuk membentuk bahan tidak larut dan mengendap dari larutan. Dalam reaksi presipitasi, ion tidak terlibat dalam endapan tetap dalam larutan.

Pengertian Diatomik

Diatomik adalah molekul yang hanya terdiri dari dua atom. Kedua atom tersebut dapat berupa unsur yang sama maupun berbeda. Awalan di- pada kata diatomik berasal dari bahasa Yunani yang artinya dua. Unsur-unsur yang ditemukan dalam bentuk molekul diatomik meliputi hidrogen (H2), nitrogen (N2), oksigen (O2), dan halogen: fluorin (F2), klorin (Cl2), bromin (Br2), yodium (I2), dan astatin (At2).

diatomik

Perlu diperhatikan pula bahwa terdapat pula molekul diatomik lainnya yang dapat terbentuk, misalnya logam yang dipanaskan sampai menjadi gas. Selain itu, banyak molekul diatomik tidak stabil dan sangat reaktif, contohnya difosfor. Molekul diatomik yang terdiri dari dua atom yang berbeda contohnya adalah CO dan HCl.

Pengertian Poliatomik

Poliatomik adalah ion yang terdiri dari satu molekul dengan atom-atom berikatan kovalen atau dari suatu kompleks logam yang dapat dianggap bertindak sebagai suatu unit tunggal dalam konteks kimia asam basa atau dalam pembentukan garam.

poliatomik

Dalam karya-karya yang lebih tua, suatu ion poliatomik dikenal sebagai suatu “radikal”, walaupun dalam penggunaannya sekarang istilah radikal merujuk pada radikal bebas yang merupakan jenis tak bermuatan dengan suatu elektron tak berpasangan. Contoh utama ion poliatomik adalah hidroksida dan amonium.


Facebook Twitter

Loading...

9 thoughts on “Pengertian Monoatomik, Diatomik, dan Poliatomik

  1. Terimakasih u tuk artikelnya ini sangat bemanfaat untuk saya…karn dengan adanya artikel ini saya dapat menyelesaikan tugas saya…☺

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *