Fungsi Glikoprotein, Glikolipid, dan Proteoglikan

Glikoprotein memiliki banyak fungsi bagi tubuh, antara lain memberikan dukungan struktural untuk sel, membantu membentuk jaringan ikat dan memperlancar pencernaan dengan memproduksi sekresi dan lendir di saluran pencernaan. Glikoprotein adalah komponen sel berguna dan ditemukan di banyak tempat di dalam sel.

fungsi glikoprotein

Glikoprotein terletak di dinding sel, plasma darah dan jaringan ikat, dan mereka memiliki perbedaan bentuk tergantung pada lokasi mereka. Mereka juga memainkan peran kunci dalam reproduksi dan terjadi pada permukaan spermatozoa, meningkatkan kemungkinan tertariknya sel sperma untuk telur dengan mengubah permeabilitas membran plasma. Protein ini juga dapat mematuhi sel dan memungkinkan pengembangan jaringan fungsional dalam tubuh.

Fungsi glikoprotein

Sebagian besar protein dalam darah adalah glikoprotein yang berfungsi sebagai hormon, antibodi, enzim (termasuk yang berperan dalam pembekuan darah) dan sebagai komponen struktur matriks ekstra sel.

Terbentuknya glikoprotein lain seperti protein sekretorik, tetapi bagian hidrofobik protein tetap melekat ke membran sel sedangkan karbohidrat menonjol ke dalam ruang ekstra sel. Glikoprotein ini berfungsi sebagai reseptor bagi senyawa seperti hormon, sebagai protein transpor, dan sebagai tempat pengenalan sel ke sel dan perlekatan sel.

Glikoprotein yang mengalami segregasi dalam lisosom tempat glikoprotein tersebut berfungsi sebagai enzim lisosom yang menguraikan berbagai jenis bahan intrasel dan ekstrasel.

Fungsi glikolipid

Berperan dalam komunikasi antar sel

Oligosakarida yang komposisinya identik terdapat pada glikolipid dan glikoprotein yang berhubungan dengan membran sel, tempat oligosakarida tersebut berfungsi sebagai faktor pengenal sel. Misalnya: residu karbohidrat dalam oligosakarida ini adalah antigen golongan darah ABO.

Fungsi proteoglikan

Setelah di bentuk, proteoglikan di sekresikan dari sel, dengan demikian proteoglikan berfungsi di luar sel.

Karena rantai-rantai glikosaminoglikan yang panjang dan bermuatan negatif saling tolak-menolak, proteoglikan menempati tempat yang sangat luas dan berfungsi sebagai saringan molekular, menentukan substansi mana yang akan mendekati dan meninggalkan sel.

Sifat proteoglikan juga dapat berperan menghasilkan kekenyalan pada substansi seperti tulang rawan, sehingga substansi tersebut dapat mengalami kompresi dan reekspansi.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *