Jenis Gangguan pada Sistem Pernapasan

Puluhan penyakit pada sistem pernapasan telah mempengaruhi umat manusia di seluruh dunia yang disebabkan terutama oleh mikroba, seperti bakteri, virus, dan agen penyebab penyakit lainnya. Banyak gangguan tersebut memiliki tingkat pemulihan yang sangat rendah atau tidak ada perawatan sama sekali dan dapat dihindari dengan mengadopsi langkah-langkah pencegahan. Beberapa penyakit paru-paru yang terkenal dan kritis adalah sebagai berikut:

Asma

penyakit yang tak tersembuhkan dan seumur hidup kronis yang dapat membuat hidup Anda tak tertahankan, tetapi Anda dapat menjaga dan hidup sehat jika Anda memiliki pemahaman yang tepat dari aspek kritis dari penyakit. Gejala meliputi sesak napas, napas cepat dan sulit, dan batuk dengan jelas, hijau atau kuning sputum. Pengobatan biasanya dilakukan dengan menggunakan kortikosteroid inhalasi dan obat bronkodilator oral, seperti teofilin akting panjang.

Bronkitis kronis

Suatu jenis bronkitis, dapat disembuhkan, tahan lama dan penyakit yang mengancam kehidupan paru-paru yang disebabkan oleh merokok dan debu industri. Kondisi gejala yang jelas termasuk infeksi dada, mengi dan batuk lendir memproduksi. Penggunaan bronkodilator, steroid inhalasi, antibiotik, dan minum banyak cairan mungkin sangat membantu.

Tuberkulosis

Penyakit paru-paru menular yang dapat menyerang setiap bagian dari tubuh. Gejala utama termasuk demam, batuk, keringat malam, kelelahan dan kehilangan berat badan yang memiliki obat yang efektif tetapi, jika ditunda, dapat menyebabkan kematian. Isoniazid dapat diresepkan untuk infeksi TB ringan dan penyakit TB aktif membutuhkan 6 sampai 12 bulan pengobatan dengan kombinasi obat.

Influensa

Penyakit pernapasan yang serius yang disebabkan oleh virus RNA dan terdeteksi oleh demam tinggi, sakit kepala, batuk kering, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan batuk darah. Oseltamivir dan zanamivir adalah obat antivirus yang paling sering diresepkan, jika diberikan dalam waktu 1 sampai 2 hari serangan, sangat mengurangi gejala flu.

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan penyakit fatal yang ditandai dengan pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel yang terinfeksi yang dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, dan memiliki gejala yang paling jelas dari mulai batuk darah, penurunan berat badan, kesulitan bernafas, dan sebagainya. Computed tomography, rontgen dada dan biopsi digunakan untuk membantu diagnosis yang akurat. Tergantung pada jenis sel kanker, terapi radiasi, kemoterapi, operasi dan perawatan paliatif adalah metode yang sering digunakan pengobatan.

Faringitis

Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis. Peradangan juga dapat terjadi karena terlalu banyak merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.

Emfisema

Emfisema adalah penyakit pada paru-paru yang ditandai dengan pembengkakan pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara. Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus. Emfisema membuat penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini. Gejala yang ditimbulkan:

Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.

Sesak dada

Batuk kronis

Kelelahan

Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.

Asbestosis

Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru). Penyakit yang disebabkan oleh Asbestosis diantaranya: Plakpleura (kalsifikasi), Mesoteliome maligna, Efusi pleura

Sinusitis

Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi. Gejalanya antara lain: Hidung tersumbat dan terasa geli atau gatal, Tercium bau tidak sedap pada hidung ketika bernapas, Sering bersin, Hidung mengeluarkan ingus kental yang berwarna putih atau kekuning-kuningan, Kepala terasa sakit seperti ada yang menekan.

Penyakit sinusistis dapat dicegah dengan cara selalu menjaga daya tahan tubuh, menghilangkan kebiasan merokok, dan memperbanyak mengonsumsi buah-buahan.

Dipteri

Dipteri adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan oleh Corynebacterium diphterial. Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia.

Renitis

Renitis merupakan peradangan pada rongga hidung sehingga hidung menjadi bengkak dan banyak mengeluarkan lendir. Gejala-gejala yang timbul pada seseorang yang menderita renitis antara lain bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, dan berair (ingus encer). Renitis bisa timbul karena alergi atau faktor lain.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Upper Respiratory tract Infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia bagian atas, yaitu hidung, laring (tekak), dan tenggorokan. Penyakit ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama dengan influenza, yaitu karena kekebalan tubuh yang menurun.

Perubahan suhu yang ekstrim terutama pada masa pancaroba membuat daya tahan tubuh menurun. Namun kadang virus dan bakteri turut berperan menyebabkan ISPA. Lebih dari 200 jenis virus dapat menyebabkan ISPA, namun virus yang paling sering menyerang adalah rinovirus. Selain itu masihada juga coronavirus, parainfluenza virus, adenovirus, dan enterovirus.

Gejala ISPA sering berupa demam tinggi hingga 39 derajat celcius, tenggorokan merah, pada kulit terdapat bercak-bercak berwarna merah menyerupai campak, telinga sakit dan mengeluarkan darah, dan pernafasan berbunyi mendecit. Sedangkan pada ISPA berat, gejala-gejalanya berupa bibir dan kulit mulai membiru, kesadaran menurun, gelisah, dan pernafasan berbunyi keras.

SARS

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan. Gejalanya berbedabeda pada tiap penderita, misalnya pusing, muntah-muntah, disertai panas tinggi dan batuk. Sementara itu, gangguan yang tidak disebabkan oleh infeksi antara lain rinitis, yaitu peradangan pada membran lendir (mukosa) rongga hidung. Banyaknya lendir yang disekresikan, mengakibatkan peradangan. Biasanya, terjadi karena alergi terhadap suatu benda, seperti debu atau bulu hewan.

Rinitis

Rinitis adalah radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.

Laringitis

Laringitis adalah radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.

Legionnaries

Legionnaries adalah penyakit paru-paru yang disebabkan bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya mirip dengan pneumonia.

Tonsilitis

Tonsillitis adalah peradangan pada tonsil (amandel) sehingga tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaannya. Tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak (radang) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. Adapun gejala-gelaja tonsilitis adalah sebagai berikut: Tenggorokan terasa sakit, Terasa sakit saat menelan, Tubuh mengalami demam tinggi, Sering mengalami muntah, Mengalami kesulitan saat bernapas, Tidur mendengkur, Nafsu makan menurun, Timbul bau tidak sedap pada mulut, Timbul nyeri di sekitar otot

Hipoksia

Hipoksia yaitu gangguan pernapasan dimana kondisi sindrom kekurangan oksigen pada pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian.Pada kasus yang fatal dapat menyebabkan kematian pada sel-sel. Namun pada tingkat yang lebih ringan dapat menimbulkan penekanan aktivitas mental (kadang-kadang memuncak sampai koma), dan menurunkan kapasitas kerja otot.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *