Pengertian dan Proses Kondensasi

Kondensasi adalah kebalikan dari penguapan. Ini terjadi ketika uap air di udara mengembun dari bentuk gas, kembali ke bentuk cair, dan meninggalkan atmosfer, kembali ke permukaan bumi.

kondensasi

Biasanya agar kondensasi berlangsung, atmosfer harus sepenuhnya jenuh. Dengan kata lain, tekanan uap harus mencapai maksimum.

Selain awan yang jenuh, sifat air mengharuskan ada permukaan yang di atasnya air dapat mengembun. Permukaan ini mungkin pisau rumput atau jendela. Di atmosfer, kondensasi sering terjadi di sekitar partikel debu atau partikel lain seperti asap dan bahkan bakteri mikroskopis.

Proses Kondensasi

Kondensasi adalah peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi cair. Kondensasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni kondensasi eksterior dan kondensasi interior. Kondensasi eksterior terjadi ketika udara lembab menyentuh permukaan dingin seperti kaca. Kondensasi akan terjadi jika suhu permukaan tersebut berada di bawah titik embun udara (dew point). Titik embun udara adalah suhu/temperatur di mana uap air dalam udara mengembun menjadi air pada kecepatan yang sama dengan kecepatan air itu menguap, pada tekanan udara konstan. Kondensasi seperti ini biasa terlihat ketika malam hari yang dingin diikuti dengan siang hari yang hangat.

Di sisi lain, kondensasi interior dapat terjadi ketika kelembaban udara terlalu berlebihan dalam suatu ruang tertutup. Kelembaban udara yang berlebihan ini biasa menyebabkan pengembunan pada kaca jendela. Banyaknya pengembunan berbanding lurus dengan banyaknya udara hangat dalam ruang. Semakin banyak udara hangat maka semakin banyak pula uap air yang dimiliki, sehingga semakin banyak pula pengembunan yang terjadi pada permukaan.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *