Perbedaan Membran Sel dan Dinding Sel

Berbeda dengan membran sel, dinding sel tidak terdapat pada semua jenis sel. Sebuah lapisan pelindung yang mengelilingi membran sel, salah satu fungsi utamanya adalah untuk mencegah over-ekspansi sel.

Semua sel-sel hidup dikelilingi oleh selaput tipis yang disebut membran sel. Namun, beberapa sel, terutama tanaman, bakteri dan jamur, memiliki lapisan pelindung tambahan yang disebut dinding sel.

Sel membran terdiri dari protein dan fosfolipid. Mereka juga mengandung kolesterol dalam jumlah yang bervariasi. Berbeda dinding sel. Dinding sel tanaman terbuat dari selulosa, sedangkan bakteri mengandung murein. Kitin merupakan komponen utama dari dinding sel jamur.

Membran Sel

Membran sel (bahasa Inggris: cell membrane, plasma membrane, plasmalemma) adalah fitur universal yang dimiliki oleh semua jenis sel berupa lapisan antarmuka yang disebut membran plasma, yang memisahkan sel dengan lingkungan di luar sel, terutama untuk melindungi inti sel dan sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma.

Pada sel eukariota, membran sel yang membungkus organel-organel di dalamnya, terbentuk dari dua macam senyawa yaitu lipid dan protein, umumnya berjenis fosfolipid seperti senyawa antara fosfatidil etanolamina dan kolesterol, yang membentuk struktur dengan dua lapisan dengan permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel, namun di sela-sela molekul fosfolipid tersebut, terdapat transporter yang merupakan jalur masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.

Nilai permeabilitas air pada membran ganda dari berbagai komposisi lipid berkisar antara 2 hingga 1.000 × 10−5 cm2/dt. Angka tertinggi ditemukan pada membran plasma pada sel epitelial ginjal, beberapa sel glia dan beberapa sel yang dipengaruhi oleh protein membran dari jenis akuaporin. Akuaporin-2 memungkinkan adanya transporter air yang peka terhadap vasopresin, sedang ekspresi akuaporin-4 ditemukan sangat tinggi pada beberapa sel glia dan ependimal.

Sel tumbuhan

Dinding Sel

Dinding/tembok sel adalah struktur di luar membran plasma yang membatasi ruang bagi sel untuk membesar. Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur penyusun dan kelengkapannya berbeda.

Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel tumbuhan. Namun, hal ini berakibat positif karena dinding-dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.

Dinding rumah terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting). Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).racun

Perbedaan antara Dinding Sel dan Membran Sel

Dinding sel terbatas pada beberapa organisme seperti jamur, bakteri dan tanaman, tetapi membran sel adalah komponen sel yang terdapat pada hampir semua organisme.

Komponen dan struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Dinding sel pada bakteri terdiri peptidoglikan, dalam jamur terdiri dari kitin dan pada tanaman adalah selulosa, hemi, dan lignin. Tapi membran plasma terdiri dari fosfolipid yang diatur dalam bi-layer.

Dinding sel dan membran plasma melayani fungsi yang berbeda.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *