Pengertian dan Jenis-jenis Peta

Peta ialah gambaran permukaan bumi yang lebih terperinci dan diperkecil menurut ukuran geometris pada suatu bidang datar sebagaimana penampakannya dari atas.

Peta dapat menjadi sumber informasi yang penting untuk penelitian sejarah. Tapi apa itu peta? Ini adalah pertanyaan yang tampak sederhana, sampai dimana kita diminta untuk memberikan jawaban, mungkin merasa jauh lebih sulit daripada yang kita pikirkan.

Namun dapat melihat peta setiap hari. Media menggunakan peta untuk menentukan lokasi dari krisis internasional terbaru, banyak peta yang digunakan sebagai ilustrasi, dan berkonsultasi untuk membantu menavigasi dari satu tempat ke tempat lain.

Norman Thrower, seorang ahli pada sejarah kartografi, mendefinisikan peta sebagai, “representasi, biasanya pada permukaan pesawat, dari seluruh atau sebagian dari bumi atau badan lain yang menunjukkan sekelompok fitur dalam hal ukuran relatif mereka dan posisi”. Pernyataan yang tampaknya sederhana ini merupakan pandangan konvensional peta.

Dari perspektif ini, peta dapat dilihat sebagai cermin realitas. Untuk mahasiswa sejarah, gagasan peta sebagai gambar cermin membuat peta muncul untuk menjadi alat yang ideal untuk memahami realitas tempat di berbagai titik dalam waktu.

Namun, ada beberapa peringatan tentang pandangan ini dari peta. Benar, peta adalah gambar dari tempat yang pada titik tertentu dalam waktu, tetapi tempat yang telah sengaja dikurangi dalam ukuran, dan isinya telah selektif suling untuk fokus pada satu atau dua item tertentu. Hasil pengurangan ini dan distilasi kemudian dikodekan menjadi representasi simbolis dari tempat.

Akhirnya, ini disandikan, gambar simbolis dari tempat harus diterjemahkan dan dipahami oleh pembaca peta yang dapat hidup dalam periode waktu yang berbeda dan budaya. Sepanjang jalan dari realitas kepada pembaca, peta dapat kehilangan sebagian atau seluruh kapasitas reflektif atau gambar dapat menjadi kabur.

Peta ialah gambaran permukaan bumi yang lebih terperinci dan diperkecil menurut ukuran geometris pada suatu bidang datar sebagaimana penampakannya dari atas.

Secara umum, peta berfungsi untuk:

  • Menunjukkan lokasi pada permukaan bumi;
  • Menggambarkan luas dan bentuk berbagai gejala, baik gejala alamiah maupun gejala insaniah;
  • Menentukan arah serta jarak suatu tempat;
  • Menunjukkan ketinggian atau kemiringan suatu tempat;
  • Menyajikan persebaran sifat-sifat alami dan nonalami;
  • Melukiskan luas dan pola;
  • Memungkinkan pengambilan kesimpulan dari data atau informasi yang tersaji, serta;
  • Memperlihatkan gerak perubahan dan prediksi dari pertukaran barang-barang persebaran aktivitas industri, arus produksi, mobilitas manusia, dan sebagainya.

Suatu peta dikatakan baik dan lengkap apabila memuat unsur-unsur sebagai berikut:

Judul Peta

Judul peta terletak di bagian atas yang biasanya menyebutkan jenis peta, lokasi wilayah yang dipetakan, serta keadaan yang digambarkan dalam peta tersebut.

Skala Peta

Merupakan angka yang menunjukkan perbandingan jarak dalam peta jika dibandingkan dengan jarak sesungguhnya.

Tanda Arah

Tanda arah atau sering pula disebut mata angin, biasanya menyerupai panah yang ujungnya runcing menunjukkan arah utara.

Tata Warna

Penggunaan warna pada peta bertujuan untuk memperjelas atau mempertegas objek-objek yang ingin ditampilkan.

Simbol Peta

Merupakan tanda-tanda konvensional yang umum dipakai untuk mewakili keadaan yang sesungguhnya ke dalam peta.

Simbol peta dapat diklasifikastkan sebagai berikut:

  • Simbol fistografis, seperti: relief, hidrologts, oseanologis, klirnatologis, dan sebagainya.
  • Simbol kultur, seperti: jalur transportasi, batas wilayah, dan sebagainya.

Lettering

Lettering ialah semua tulisan ataupun angka yang lebih mempertegas arti dari simbol-simbol yang ada.

Legenda

Merupakan usaha memperjelas keterangan dari simbol yang ada dalam peta. Biasanya terletak di bagian tepi peta.

Inset Peta

Merupakan upaya untuk memberikan tekanan terhadap sesuatu yang ada dalam peta. Inset peta bertujuan untuk:

  • Menunjukkan lokasi yang penting, tetapi kurang jelas dalam peta, dan
  • Mempertajam atau memperjelas salah satu bagian peta.

Garis Astronomis

Berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat. Biasanya hanya dibuat tanda di tepi atau pada garis tepi dengan menunjukkan angka derajat, menit, dan detiknya tanpa membuat garis bujur atau lintangnya.

Garis Tepi

Biasanya dibuat rangkap. Garis ini dapat dijadikan pertolongan dalam membuat peta pulau, atau suatu wilayah agar tepat di tengah-tengahnya.

Tahun Pembuatan

Tahun pembuatan atau reproduksi berlainan dengan tahun keadaan peta. Misalnya, peta yang kita buat adalah   tentang sebaran penduduk Indonesia tahun 2000, yang kita buat pada tahun 2006, maka dalam judul harus kita cantumkan “Peta Sebaran Penduduk Indonesia Tahun 2000”. Sedangkan, di luar garis kita tuliskan tahun reproduksinya, yaitu tahun 2006.

Jenis-jenis Peta

Menurut jenisnya, peta dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut:

Jenis Peta Berdasarkan Skalanya

  • Peta teknik/kadaster, yaitu peta yang berskala 1: 100 s.d. 1: 5000.
  • Peta berskala besar, 1: 5.000 s.d. 1: 250.000.
  • Peta berskala medium, 1: 250.000 s.d. 1: 500.000.
  • Peta berskala kecil, 1: 500.000 s.d. 1.000.000.

Jenis Peta Berdasarkan Keadaan Objek

  • Peta dinamik, yaitu peta yang menggambarkan labil atau meningkat. Misalnya peta transmigrasi atau urbanisasi, peta aliran sungai, peta perluasan tambang, dan sebagainya.
  • Peta stasioner, yaitu peta yang menggambarkan keadaan stabil atau tetap. Misalnya, peta tanah, peta wilayah, peta geologi, dan sebagainya.

Jenis Peta Topografi

Yang dimaksud peta topografi adalah peta yang menggambarkan konfigurasi permukaan bumi. Peta ini dilengkapi dengan penggambaran, antara lain, perairan (hidrografi), kebudayaan, dan sebagainya.

Jenis Peta Statistik

peta statistik dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Peta statistik distribusi kualitatif, adalah peta yang menggambarkan kevariasian jenis data, tanpa memperhitungkan jumlahnya, contohnya: peta tanah, peta budaya, peta agama, dan sebagainya.
  • Peta statistik distribusi kuantitatif, adalah peta yang menggambarkan jumlah data, yang biasanya berdasarkan    perhitungan persentase ataupun frekuensi. Misalnya, peta penduduk, peta curah hujan, peta pendidikan, dan sebagainya.

Jenis Peta Berdasarkan Fungsi atau Kepentingan

Berdasarkan fungsi atau kepentingannya, peta dapat dibedakan menjadi:

  • Peta geografi dan topografi;
  • Peta geologik, hidrologi, dan hidrografi;
  • Peta lalu lintas dan komunikasi;
  • Peta yang berhubungan dengan kebudayaan dan sejarah, misalnya: peta bahasa, peta ras;
  • Peta lokasi dan persebaran hewan dan tumbuhan;
  • Peta cuaca dan iklim;
  • Peta ekonomi dan statistik.

 

Sumber: Buku Rangkuman Inti Sari Geografi SMA Kelas 1,2,3 Tri Astuti S.Pd.I


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *