Agen Pengendalian Sosial

Dalam sel, DNA membawa informasi dari generasi ke generasi mengendalikan kegiatan sel. DNA bertanggung jawab untuk sintesis protein, yang memiliki peran fungsional atau peran struktural dalam sel. Dengan sintesis protein, DNA mengendalikan kegiatan sel. Dalam sintesis protein, dua langkah utama dapat dibedakan; mereka transkripsi dan translasi. Pada langkah pertama, yang merupakan transkripsi, ekspresi DNA dilakukan, membuat pelengkap untai RNA dari urutan DNA (gen).

Adapun beberapa pihak yang dapat dijadikan sebagai agen pengendalian sosial terhadap berbagai penyimpangan sosial yang muncul di masyarakat adalah sebagai berikut.

Kepolisian

Kepolisian adalah badan pemerintah yang bertugas untuk memelihara keamanan dan ketertiban umum, menangkap dan menahan anggota masyarakat yang melanggar peraturan atau undang-undang yang berlaku serta dicurigai atau dituduh telah melakukan tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Pengadilan

Pengadilan adalah badan yang dibentuk oleh negara untuk menangani, menyelesaikan, dan mengadili dengan memberikan sanksi yang tegas terhadap perselisihan atau tindakan-tindakan yang melanggar hukum yang berlaku.

Tokoh adat

Orang yang berperan dalam menegakkan adat disebut tokoh adat. Tokoh adat mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu membina dan mengendalikan sikap dan tingkah laku warga masyarakat agar sesuai dengan ketentuan adat. Pengendalian adat urnumnya dilakukan melalui musyawarah di antara para tokoh adat.

Tokoh agama

Tokoh agama adalah orang yang mempunyai pemahaman yang luas mengenai agama tertentu dan menjalankan pengaruhnya sesuai dengan pemahaman tersebut. Tokoh agama meliputi pendeta, ustad, kyai, ulama, dan biksu. Tokoh agama menuntun umat manusia untuk takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun bentuk pengendalian sosial yang dilakukan oleh tokoh agama adalah menentang setiap perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma agama. Apabila dalam suatu masyarakat terjadi penyimpangan terhadap norma agama, maka tugas seorang tokoh agama adalah untuk memberikan ceramah-ceramah keagamaan dengan tujuan untuk menyegarkan kembali nilai dan norma agama yang berlaku.

Tokoh masyarakat

Tokoh masyarakat adalah setiap orang yang dianggap berpengaruh dalam kehidupan sosial suatu kelompok masyarakat. Seseorang disebut sebagai tokoh masarakat apabila orang tersebut mempunyai kelebihan tertentu dan dapat menjadi panutan atau contoh bagi anggota masyarakat yang lain. Bentuk pengendalian sosial yang dilakukan oleh tokoh masyarakat adalah membina hubungan sosial dalam masyarakat dan menggalang gotong royong.

Keluarga

Keluarga merupakan agen pengendalian sosial yang cukup penting bagi anggotanya, terutama anak-anak. Sebagai agen sosialisasi yang pertama dan utama bagi seorang anak, keluarga dijadikan sebagai tempat untuk menyosialisasikan berbagai nilai dan norma, membimbing. dan mendidik anak-anaknya agar dapat berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat.

Dalam hal ini semua anggota keluarga dapat berperan untuk saling mengendalikan apabila ada perbuatan salah seorang anggota keluarga yang menyimpang dari norma yang ada. Misalnya : orang tua menegur anaknya karena tidak metaati nasihatnya.

Sekolah

Sekolah berperan dalam mengendalikan tindakan para warga sekolah, terutama murid-murid. Sekolah melalui kepala sekolah dan guru-guru mendidik, mengarahkan, dan menasihati murid-muridnya agar mematuhi tata tertib sekolah. Apabila ada murid yang melanggar tata tertib sekolah, maka murid tersebut akan ditegur, diberi sanksi, bahkan dikeluarkan dari sekolah.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *