5 Cara Pengendalian Sosial

Penyerbukan adalah transfer serbuk sari pada stigma bunga atau dua bunga yang berasal dari spesies yang sama. Ada dua jenis penyerbukan; mereka penyerbukan silang dan penyerbukan sendiri.

Penyerbukan sendiri

Ini adalah deposisi serbuk sari dari bunga pada stigma dari bunga yang sama. Kebanyakan tanaman tahunan menunjukkan penyerbukan sendiri.

Penyerbukan silang

Ini adalah deposisi dari serbuk sari dari bunga pada stigma dari bunga yang berbeda dari tanaman yang sama atau tanaman yang berbeda dari spesies yang sama. Kebanyakan tanaman beradaptasi untuk penyerbukan silang.

Cara-cara yang lain dapat dilakukan untuk mengendalikan penyimpangan sosial di antaranya adalah sebagai berikut:

Mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma

Cara ini dapat ditempuh dengan jalan seperti berikut ini.

Pendidikan

Pendidikan untuk mempertebal keyakinan masyarakat tentang kebaikan norma dapat dilakukan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah. Dalam keluarga seorang anak diajarkan dan ditanamkan tentang nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat oleh orang tuanya. Seperti sopan santun, tata krama, dan lain-lain. Usaha untuk memperkenalkan dan menanamkan norma-norma pada diri anak akan berkembang setelah anak memasuki lingkungan masyarakat dan sekolah.

Sugesti sosial

Cara ini dilakukan dengan memengaruhi alam pikiran seseorang melalui cerita-cerita, dongeng, karya-karya orang besar, atau perjuangan pahlawan. Contoh: seorang anak diberikan cerita mengenai tokoh-tokoh yang taat pada norma-norma yang ada di masyarakat, seperti seorang anak yang taat beribadah, menghormati orang tua. dan lain-lain.

Menonjolkan kelebihan norma-norma

Kelebihan setiap norma yang ada di masyarakat harus ditonjolkan pada saat seseorang mengenalkan dan menanamkan norma pada diri anak. Hal itu dimaksudkan agar anak tertarik untuk mempelajari, menghayati. dan mengamalkan norma-norma tersebut dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma

Pemberian imbalan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat dalam diri orang-orang yang berbuat baik agar mereka tetap melakukan perbuatan yang baik dan menjadi contoh bagi warga lain. lmbalan tersebut dapat berwujud pujian, penghormatan, bahkan penghargaan.

Mengembangkan rasa malu

Mengembangkan rasa malu ini ditujukan bagi warga masyarakat yang melakukan penyelewengan terhadap norma-norma yang ada di masyarakat. Seseorang yang melanggar norma biasanya akan mengalami penurunan harga diri dalam masyarakat. Hal ini karena perbuatannya dicela oleh masyarakat, sehingga akan mendatangkan rasa malu bagi dirinya sendiri.

Mengembangkan rasa takut

Rasa takut mengakibatkan seseorang menghindarkan diri dari suatu perbuatan yang dinilai mengandung risiko. Oleh karena itu orang akan berkelakuan baik, taat pada norma, karena orang tersebut sadar bahwa perbuatan yang menyimpang dari norma berakibat tidak baik bagi dirinya maupun orang lain.

Menciptakan sistem hukum

Hukum mengatur semua tindakan setiap warga masyarakatnya. Agar tercipta ketertiban dan keamanan, hukum dilengkapi dengan sanksi yang tegas. Perwujudan pengendalian sosialnya adalah kompensasi, hukuman pidana, terapi, dan konsiliasi.

  • Kompensasi adalah kewajiban pihak yang melakukan kesalahan untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang dirugikan akibat kesalahan tersebut.
  • Hukuman pidana, misalnya orang yang melakukan pembunuhan atau pencurian dikenakan hukuman penjara.
  • Terapi adalah inisiatif untuk memperbaiki diri sendiri dengan bantuan pihak-pihak tertentu.
  • Konsiliasi adalah upaya untuk menyelesaikan dua pihak yang bersengketa, baik secara kompromi maupun dengan mengundang pihak ketiga sebagai penengah.

Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *