Pengaruh Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

Gliserol adalah sebuah komponen utama dari semua lemak dan minyak, dalam bentuk ester yang disebut gliserida. Molekul trigliserida terdiri dari satu molekul gliserol dikombinasikan dengan tiga molekul asam lemak. Gliserol ditemukan untuk memiliki berbagai macam kegunaan dalam pembuatan berbagai produk dalam negeri, industri, dan farmasi.

Perubahan ini mencakup bidang politik, agama, filsafat, seni budaya, serta ilmu pengetahuan.

Bidang Politik (Pemerintahan)

Pada awalnya kepala pemerintahan yang ada di Indonesia adalah kepala suku atau orang yang dituakan di antara sesamanya (primus interpares). Kemudian dengan masuknya kebudayaanvHindu-Budha, maka bangsa kita mengenal sistem pemerintahan yang teratur dalam bentuk kerajaan dengan dikepalai oleh seorang di raja. Kehidupan raja dalam Hinduisme diistilahkan sebagai deraja (dewa menjadi raja). Kehidupan raja dalam Buddhisme diistilahkan sebagai cakravartin (penguasa alam semesta).

Bidang Agama

Bangsa Indonesia semula sebagai penganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme, kemudian berubah menjadi penganut agama Hindu dan atau Budha.

Bidang Filsafat

Adanya pengaruh dari cerita Ramayana dan Mahabharata, memberi pengaruh kepada bangsa Indonesia bahwa kejahatan akhirnya dapat dikalahkan oleh kebajikan.

Bidang Seni Budaya

Agama Hindu-Budha sangat besar pengaruhnya dalam bidang seni budaya terutama yang berkaitan dengan penyelenggaraan upacara keagamaan, seperti seni tari, upacara sesajen, seni patung, seni sastra, seni relief, dan seni bangunan candi.

Bidang Ilmu Pengetahuan

Mulai dikenalnya sistem tulisan yaitu huruf Pallawa, bahasa Sanskerta. ini menandai perubahan besar bagi bangsa Indonesia, berarti Indonesia memasuki zaman tulisan atau disebut zaman sejarah.

Daerah yang di Pengaruhi dan Tidak di Pengaruhi Kebudayaan Hindu-Budha

Daerah yang dipengaruhi dan tidak dipengaruhi unsur Hindu-Budha di Indonesia sampai abad ke 14 adalah sebagai berikut.

Daerah-daerah yang Dipengaruhi kebudayaan Budha di Indonesia

Daerah-daerah di Indonesia yang mendapat pengaruh unsur agama Budha meliputi: Sempaga (Sulawesi Selatan), Jember (Jawa Timur), Bukit Siguntang (Sumatra Selatan), di kota Bangun (Kutai, Kalimantan Timur). Perkembangan agama Budha terjadi pada abad ke-VII-IX.

Daerah-daerah yang Dipengaruhi Unsur Hindu di Indonesia

Kerajaan kutai (Kalimantan Timur), Tarumanegara (Jawa Barat), kemudian berkembang di Kerajaan Ho-Ling, Mataram Hindu, Kanjuruhan, Kediri, Singasari, Majapahit, Sunda, dan Bali.

Daerah-daerah yang Tidak Dipengaruhi Agama Hindu-Buddha di Indonesia

Daerah yang tidak mendapat pengaruh agama dan budaya Hindu-Budha adalah daerah-daerah yang jauh dari jalur perdagangan internasional, seperti di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Ambon, dan Papua.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *