Pengertian Pranata Agama dan Fungsinya

Mengingat agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia sangat beragam. yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, maka diperlukan adanya pranata berfungsi untuk mengatur hubungan antar umat manusia yang memiliki perbedaan dalam hal agama.

Pengertian Pranata Agama

Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, pranata agama adalah sistem keyakinan dan praktik keagamaan yang penting dari masyarakat, yang telah dibakukan dan dirumuskan, serta dianut secara luas dan dipandang sebagai hal yang perlu dan benar.

Pranata agama berisikan aturan-aturan yang berupa perintah-perintah dan Iaranan-larangan yang berasal dari Tuhan untuk mengatur kehidupan manusia agar selamat dunia dan akhirat. Pranata agama dibentuk untuk mengatur hubungan antara manusia dengan penciptanya, antara manusia dengan manusia serta dengan alam, sehingga kehidupan manusia di dunia menjadi damai dan tenteram.

Fungsi Pranata Agama

Fungsi pranata agama dalam kehidupan manusia adalah sebagai berikut:

  • Mendorong timbulnya lembaga-lembaga keagamaan, seperti tempat-tempat ibadah (masjid, gereja, pura, wihara), tempat-tempat mempelajari agama (madrasah, pesantren, seminari), beserta tokoh-tokohnya (kyai, santri, pendeta).
  • Sebagai pedoman sikap dan tindakan warga masyarakat dalam berhubungan antarsesama manusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan penciptanya.
  • Sebagai media untuk mendidik dan membina warga masyarakat di bidang keagamaan.
  • Mengarahkan warga masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian batin serta mengembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Memberikan dasar bagi perilaku manusia yang ajeg (berpola) dalam masyarakatnya.
  • Menyatukan nilai-nilai dan etika sebagai prinsip dan pedoman dalam mengambil kebijakan sosial.
  • Memberikan bantuan terhadap pencairan identitas moral.
  • Memberikan penafsiran untuk menjelaskan keadaan lingkungan alam maupun sosial.
  • Meningkatkan kadar keramahan bergaul dan solidaritas kelompok.

Bagaimanakah pranata agama mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan manusia dengan lingkungannya ?

Hubungan Manusia dengan Tuhan

Secara vertikal pranata agama mengatur hubungan antara manusia dengan penciptanya (Tuhan). Dalam hal ini pranata agama memberikan pedoman kepada manusia mengenai tata cara berhubungan atau berkomunikasi dengan Tuhan. Wujudnya adalah kegiatan berdoa dan sembahyang atau beribadah.

Hubungan Manusia dengan Manusia

Secara horizontal, pranata agama mengatur hubungan antara manusia dengan sesamanya. Hal ini dimaksudkan agar hubungan antar manusia lebih teratur tertib, sehingga terbina kehidupan yang harmonis,

Hubungan Manusia dengan lingkungan alam

Pranata agama memberikan pedoman pada manusia mengenai cara menghormati lingkungannya. Menghormati lingkungan ini dapat diwujudkan dengan cara tidak menebang hutan secara sembarangan, tidak membuang sampah di sungai, menjauhkan lingkungan alam dari pencemaran, dan lain-lain.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *