Proses Masuknya Agama Hindu-Budha ke Indonesia

Nukleosida adalah glikosilamin yang dapat dianggap sebagai nukleotida tanpa gugus fosfat. Sebuah nukleosida hanya terdiri dari basa nukleat (juga disebut sebagai basa nitrogen) dan gula 5-karbon (baik ribosa atau deoksiribosa), sedangkan nukleotida terdiri dari basa nukleat, gula lima karbon, dan satu atau lebih gugus fosfat.

Bangsa-bangsa yang melakukan kegiatan perdagangan antar benua tersebut diantaranya India dan China. Mereka melakukan kontak perdagangan ke Indonesia melalui Selat Malaka, Selat Sunda, Laut Jawa, pantai barat Sumatra dan Selat Makasar. Melalui kegiatan perdagangan antar bangsa tersebut terjadilah penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia.

Agama Hindu merupakan agama yang pertama kali masuk ke Indonesia, diperkirakan sekitar abad ke-5, hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai prasasti yang ditemukan dengan menggunakan huruf Pallawa dari India Selatan, seperti Kerajaan Tarumanegara dan Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.

Sedangkan adanya perkembangan agama Budha di Indonesia dapat dibuktikan dengan terdapatnya beberapa patung Budha di beberapa tempat di Indonesia, seperti di daerah Bukit Siguntang Palembang Sumatra Selatan, Jember (Jawa Timur) dan di Sempaga (Sulawesi Selatan. Sedangkan daerah-daerah yang tidak dipengaruhi diantaranya adalah : wilayah Maluku, Papua (Irian) dan sebagian wilayah Nusa Tenggara.

Teori Penyebaran Agama Hindu di Indonesia

Ada beberapa teori yang berbeda tentang penyebaran agama Hindu ke Indonesia, di antaranya:

  • Teori Sudra, dikemukakan oleh Van Faber
  • Teori Waisya, dikemukakan oleh N.J. Krom
  • Teori Kstaria, dikemukakan oleh Majundar, Nehru, C.C. Berg, dan
  • Teori Brahmana, dikemukakan oleh Van Leur

Dari hipotesis yang diberikan, pada umumnya beranggapan bahwa agama Hindu yang tersebar di Indonesia disebarluaskan oleh kaum Brahmana. Lain halnya dengan pendapat F.D.K. Bosch yang menduga bahwa bangsa Indonesia sendirilah yang aktif dalam memadukan unsur-unsur kebudayaan India.

Banyak para pemuda di Indonesia yang belajar agama Hindu dan Budha ke India. Setelah memperoleh ilmu yang banyak, mereka kembali untuk menyebarkannya. Pendapat semacam ini sering disebut teori arus balik.

Terlepas dari berbagai macam teori yang muncul tentang penyebaran agama Hindu ke Indonesia, tidak semua pengaruh budaya India ditiru oleh bangsa Indonesia. Hal ini karena masyarakat Indonesia telah memiliki Local Genius yaitu kemampuan masyarakat Indonesia untuk menyaring dan mengolah budaya asing dan disesuaikan dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Jalur Masuk Agama Hindu-Budha ke Indonesia

Agama dan budaya Hindu-Budha dibawa ke Indonesia oleh para pedagang dan pendeta dari India atau Cina melalui dua jalur, yaitu:

Jalur Laut

Rute melalui jalur ini adalah dari India menuju Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, Nusantara, Kamboja, Vietnam, Cina, Korea dan Jepang. Ada yang Iangsung ke Indonesia saat berlangsungnya angin muson barat.

Jalur Darat

Jalur darat yang dilalui adalah jalur jalan sutra yaitu dari India ke Tibet terus ke utara hingga sampai di Cina, Korea, dan Jepang. Atau ada yang dari India Utara ke Bangladesh, Myanmar, Thailand, semenanjung Malaya, kemudian berlayar ke Nusantara.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *