Sejarah Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Pada masa pemerintahan raja Balaputra Dewa kerajaan Sriwijaya menjadi makmur dan kaya raya karena berkembangnya kegiatan perdagangan dan pelayaran. Banyak kapal dagang lokal dan asing yang berlabuh atau singgah di Sriwijaya sebelum melanjutkan perjalanannya ke India dan Cina, bandar Sriwijaya diduga terletak di sekitar Sungai Batang Hari di Jambi dan di Sungai Musi di Palembang.

Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan besar di Nusantara, hal ini bisa dibuktikan dengan peranan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim, sebagai pusat perdagangan, juga menjadi pusat perkembangan agama Budha.

karena wilayahnya sangat luas meliputi beberapa daerah di Nusantara, Semenanjung Malaka, dan Thailand Selatan. Pusat ibu kota mengalami perpindahan dari Muara Takus, ke Jambi dan akhirnya ke Palembang. Puncak Kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa dan Dinasti Syailendra.

Raja-raja lain yang pernah memeritah di antaranya: Dapunta Hyang Sri Jayanaga, Balaputradewa, Adityawarman, Marwadewa, Marawijaya Tunggawarman, Sri Sanggrama Wijayatunggadewa.

Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Sumber-sumber sejarah kerajaan Sriwijaya adalah sebagai berikut.

Dari Dalam Negeri

  • Prasasti Karang Berahi (686 M), ditemukan di Jambi. berisi seperti isi prasasti Kota Kapur
  • Prasasti Talang Tuo (684 M), berisi perintah pembuatan taman Sri Ksetra oleh Dapunta Hyang untuk kemakmuran semua penduduk.
  • Prasasti Kedukan Bukiit (682 M), menceritakan perjalanan Dapunta Hyang dengan perahu berangkat ke Minanga Tauwan, dengan 20.000 orang prajurit dan berhasil menaklukkan beberapa daerah.
  • Prasasti Telaga Batu (683 M), berisi kutukan terhadap orang yang tidak taat dan melakukan kejahatan.
  • Prasasti Kota Kapur (686 M), ditemukan di Bangka. berisi permohonan kepada dewa agar menjaga Sriwijaya dan menghukum setiap orang yang bermaksud jahat dan durhaka terhadap kekuasaan Sriwijaya.
  • Prasasti Palas Pasemah, di Lampung Selatan.
  • Prasasti Ligor, di Semenanjung Malaka.
  • Prasasti Nalanda, di India (860 M).

Dari Luar Negeri

  • Negara Cina, yaitu catatan l-Tsing (pendeta Budha dari Cina) yang pernah tinggal di Sriwijaya.
  • Negara Persia, yaitu Raihan al Beruni (seorang ahli geografi).

Peranan Kerajaan Sriwijaya

Sriwijaya adalah sebuah kerajaan besar yang bercorak Budha mempunyai beberapa peranan penting, antara lain:

Bidang Politik

Karena keberhasilannya memperluas wilayah, maka Sriwijaya mendapat julukan sebagai negara nasional pertama Indonesia.

Bidang Ekonomi dan Perdagangan

Dilihat dari jalur pelayaran antara India-Cina dan sebaliknya, maka kedudukan Sriwijaya amat strategis, di mana kapal-kapal dagang yang akan atau dari Cina ke India tentu lewat dan singgah di Sriwijaya, sehingga menjadikan sebagai pusat perdagangan.

Bidang Agama

Sriwijaya tampil sebagai pusat agama Budha di Asia Tenggara. Banyak pendeta (biksu) Sriwijaya yang terkenal seperti: Amogawajra, Sakyakirti, Dharmakirti, dan Dharmapala. Sriwijaya sudah mempunyai perguruan tinggi agama Budha.

Bidang Maritim

Untuk menjaga wilayah yang luas dan demi menjaga keamanan perdagangan melalui laut, Sriwijaya memiliki angkatan laut yang kuat, sehingga disebut sebagai negara maritim. Sebutan itu juga didorong oleh letak Sriwijaya yang strategis di tepi jalur perdagangan nasional dan internasional dan runtuhnya Kerajaan Funan di Vietnam Selatan.

Sekitar abad ke-11 Sriwijaya mengalami kemunduran dan kehancuran. Pada tahun 1017 dan 1025 Masehi Sriwijaya mendapat serangan mendadak dari Kerajaan Cola (India Utara). Dan pada tahun 1365 Kerajaan Sriwijaya di serang dan ditaklukan oleh Kerajaan Majapahit, sehingga pada abad ke-14 ini Sriwijaya benar-benar runtuh.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *