Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia

Disamping melalui hubungan dagang perkembangan islam juga terjadi melalui perkawinan. Selain itu bandar-bandar (tempat berlabuhnya kapal-kapal) memiliki peranan yang sangat penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia. Di tempat itulah para pedagang atau penduduk di sekitar bandar tertarik masuk islam.

Dengan demikian bandar merupakan tempat pertemuan, tempat pintu masuknya Islam ke Indonesia, bahkan menjadi pusat penyebaran Islam di Indonesia. Beberapa pendapat yang berbeda-beda tentang proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia, diantaranya :

  • Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke -7. Hal ini didasarkan pada berita dari China zaman Dinasti Tang yang mengatakan bahwa orang-orang Arab telah membuat koloni di Kanton, dan Pantai Barat Sumatra pada abad ke – 7
  • Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke -11. Hal ini dibuktikan dengan di temukannya batu nisan di desa Ceran ( Gresik ) tahun 1082, milik seorang wanita muslim yang bernama Fatimah Binti Maemun.
  • Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke -13. Hal ini didasarkan atas ditemukannya batu nisan Sultan Malik Al – Saleh, Raja Samudra Pasai berangka tahun 1297.
  • Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke -15. Hal ini didasarkan pada batu nisan di makam Troloyo dekat Trowulan (Mojokerto) berangka tahun 1457.

Awal abad ke-7 Masehi, agama Islam lahir dan berkembang di negara Arab, dalam waktu singkat agama Islam tersebar ke seluruh dunia. Para pedagang Arab yang sudah memeluk agama Islam besar peranannya dalam menyebarkan agama Islam melalui jalur perdagangan. Pada abad ke-11 India telah dikuasai Islam dengan pusat-pusat perdagangannya seperti Gujarat, Cambay (di pantai barat India) dan Bangladesh/Benggala. Pusat-pusat perdagangan tersebut telah berkembang menjadi pusat penyebaran agama Islam.

Sumber Sejarah

Terjalinnya hubungan Indonesia dengan Asia Barat, Asia Selatan, dan pusat-pusat perkembangan Islam menyebabkan Islam masuk ke Indonesia. Di antara para pedagang dari berbagai negara yang menjalin hubungan dagang dan ikut menyebarkan Islam di Indonesia yang paling besar peranannya adalah para pedagang dari Gujarat (India). Hal tu dapat diketahui dari beberapa sumber asal pembawa Islam ke Indonesia antara lain sebagai berikut.

Sumber berita dari luar negeri

  • Dari Arab

Berita ini diketahui melalui pedagang Arab yang telah melakukan perdagangan di Indonesia. Mereka datang ke Indonesia pada masa perkembangan Sriwijaya pada abad ke-7 dengan sebutan Zabag/Sribusa.

  • Dari India

Diketahul melalul pedagang Gujarat yang aktif menyebarkan agama Islam di Indonesia terutama penduduk daerah pantai.

  • Dari Eropa

Diketahui catatan perjalanan Marcopolo (1292 M) yang hendak kembali dari Cina menuju Eropa, mereka singgah di Sumatra dan menemukan kerajaan Islam di Samudra Pasai.

  • Dari Cina

Diketahui dari seorang penulis yang bernama Ma Huan. Mereka menyatakan bahwa tahun 1400 M telah ada saudagar-saudagar Islam yang tinggal di pantai utara Pulau Jawa.

Sumber dari dalam negeri

Sumber tentang penyebaran Islam yang berasal dari dalam negeri, antara lain sebagai berikut.

  • Batu Nisan Fatimah Binti Maimun (Abad ke-11)

Terdapat di Leran Gresik, Jatim, batu nisan tersebut bertulis huruf Arab dan bahasa Arab, berangka tahun 1082 M.

  • Makam Sultan Malik Al Saleh

Terdapat di Sumatra Utara berangka tahun 1297 M dan merupakan makam raja Islam pertama di Indonesia.

  • Makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim

Makam ini terdapat di Gresik, berangka tahun 1419 M, batu nisannya mirip dengan batu nisan

makam Sultan Malik Al Saleh dan diperkirakan didatangkan dari Gujarat (India).

Dari uralan di atas dapat disimpulkan bahwa Islam masuk Indonesia pada abad ke-13.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *