Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Oleh karena itu interaksi merupakan kunci dan kehidupan bersama dalam suatu masyarakat. Namun demikian, interaksi dalam suatu masyarakat tidak terjadi begitu saja. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk sebuah interaksi sosial. Adapun syarat-syarat tersebut menurut Soerjono Soekanto adalah adanya kontak dan komunikasi.

Kontak sosial

Kontak berasal dari kata latin cum atau con yang berarti bersama-sama dan tangere yang berarti menyentuh. Jadi secara harafiah, kontak berarti bersama-sama menyentuh.

Dalam pengertian fisik, kontak terjadi apabila berlangsung hubungan badaniah atau sentuhan anggota tubuh. Dalam pengertian sosiologis, kontak tidak harus selalu berarti sentuhan fisik. Kontak dapat terjadi melalui benda-benda sebagai perantaranya. Hal ini seperti yang dewasa ¡ni terjadi, di mana dengan perkembangan teknologi yang sangat canggih dan modern, orang-orang dapat berhubungan atau melakukan kontak dengan pihak lain melalui telepon, surat, radio, dan lain-lain.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud kontak sosial adalah gejala sosial yang pelakunya saling berhubungan. berhadapan atau bertatap muka antara dua orang atau kelompok tanpa bersentuhan secara fisik satu sama lain.

Dalam masyarakat, kita mengenal berbagai macam kontak, yaitu sebagal berikut:

Kontak antara individu dengan individu.

Misalnya: seorang anak yang meniru tingkah laku orang tuanya.

Kontak antara individu dengan kelompok.

Misalnya: seorang siswa yang menyesuaikan tingkah lakunya dengan tata tertib sekolah.

Kontak antara kelompok dengan kelompok.

Misalnya: dua partai politik atau lebih yang bergabung jadi satu membentuk partai koalisi untuk memenangkan perolehan suara dalam pemilihan umum.

Kontak langsung.

Kontak langsung adalah kontak yang dilakukan manusia secara langsung, di mana ada sentuhan fisik. Misalnya: berjabat tangan, menyapa, memukul, dan lain-lain.

Kontak tidak langsung.

Kontak tidak langsung adalah kontak yang terjadi tidak secara langsung melainkan melalui media atau perantara tertentu, seperti telepon. televisi, radio, surat, dan lain-lain. Misalnya Alfira berbicara lewat telepon dengan Echa.

Kontak positif.

Kontak positif adalah kontak yang mengarah pada bentuk kerja sama. Misalnya: kontak antara dua perusahaan dalam pembangunan jalan raya.

Kontak negatif.

Kontak negatif adalah kontak yang mengarah pada suatu pertentangan, bahkan sama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial atau berakibat memutuskan interaksi sosial yang sebelumnya telah terjadi. Misalnya: perang antara Israel dan Lebanon.

Kontak primer.

Kontak primer adalah kontak yang terjadi apabila orang yang melakukan hubungan langsung bertemu atau bertatap muka. Contoh: orang-orang yang saling berjabat tangan, saling menegur atau saling menyapa, saling tersenyum, dan lain-lain.

Kontak sekunder

Kontak sekunder adalah kontak yang memerlukan suatu perantara atau media dapat berupa orang atau alat. Kontak sekunder dapat dibedakan atas kontak sekunder langsung dan kontak sekunder tidak Iangsung.

Kontak sekunder langsung dilakukan melalui perantara yang berupa alat yang memungkinkan pembicaraan langsung. seperti telepon.

Kontak sekunder tidak langsung umumnya dilakukan melalui perantara yang berupa orang. Contoh: Alfira mendapat ucapan selamat uIang tahun dari Bagas melalui Dina.

Komunikasi Sosial

Komunikasi adalah tindakan seseorang menyampaikan sinyal atau pesan terhadap orang lain dan orang lain itu memberi tafsiran atas sinyaI tersebut. serta mewujudkannya dalam perilaku. Secara sederhana komunikasi dapat diartikan sehagai penyampaian pesan dari satu pihak kepada pihak lain sehingga terjadi pengertian bersama.

Komunikasi menuntut adanya pemahaman makna atas suatu pesan dan tujuan bersama antara masing-masing pihak.

Arti terpenting dari komunikasi adalah hahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan gerak-gerik dan sikap) perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin di artikan oleh orang lain tersebut. Contohnya Ryan menepuk punggung Aji dan Aji pun kemudian mengikuti Ryan ke kantin. Ini berarti bahwa Aji bisa menafsirkan sinyal yang di berikan oleh Ryan, sehingga terjadi pemahaman bersama antara Ryan dan Aji.

Dalam komunikasi ada kemungkinan terjadi berbagai macam, penafsiran terhadap perilaku orang lain. Misalnya: sebuah senyuman bisa diartikan keramahtamahan, sikap bersahahat atau bahkan sikap sinis dan menghina. Dengan demikian komunikasi memungkinkan terjadinya kerja sama, namun bisa juga menimbulkan pertikaian akibat kesalahpahaman di antara pihak-pihak yang saling berkomunikasi.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *