4 Faktor Produksi dalam Ilmu Ekonomi

Ketika siswa hendak menjahitkan baju seragam sekolah pada tukang jahit, tentu harus membawa bahan kain seragam yang akan dijahitkan. Mustahil baju seragam sekolah dapat dibuat tanpa bahan kain seragam. Selain bahan kain seragam, diperlukan bahan dan alat yang lain, misalnya mesin jahit, benang jahit, kancing baju, resliting, dan keterampilan si tukang jahit.

Bahan kain seragam, mesin jahit, kancing baju, resliting, dan jasa tukang jahit sering disebut faktor produksi yang akan digunakan untuk memproduksi baju seragam sekolah. Faktor produksi dibutuhkan untuk memproduksi barang atau jasa. Jadi faktor produksi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa.

Untuk terselenggaranya kegiatan produksi diperlukan beberapa hal yang terdiri dari faktor yang disebut faktor-faktor produksi. Faktor produksi dalam ilmu ekonomi dapat dibedakan menjadi empat, yaitu faktor produksi alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

1. Faktor Produksi Alam (Sumber Daya Alam)

Yaitu faktor produksi yang dapat diambil langsung dari alam untuk dimanfaatkan manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Contoh: tanah, air, pasir, batu, tumbuh-tumbuhan, hewan, sinar matahari, iklim, tenaga alam, barang tambang, dan lain-lain.

2. Faktor Produksi Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia)

Yaitu segala kegiatan manusia (baik fisik maupun psikis) yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menciptakan atau menambah nilai guna barang atau jasa. Faktor produksi tenaga kerja (sumber daya manusia, disingkat SDM) memegang peranan penting dalam proses produksi. Tanpa SDM, sumber daya alam (SDA) yang melimpah tidak akan ada gunanya.

Berdasarkan kemampuannya SDM dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai benikut.

  • Tenaga kerja terdidik (skilled labout) adalah tenaga kenja yang memerlukan pendidikan khusus sehingga memilih keahlian tertentu. Contoh: dokter, dosen, guru, insinyur, akuntan, pengacara, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja terlatih (trained labou,) adalah tenaga kerja yang memerlukan latihan dan pengalaman kerja yang mencukupi sebelum melakukan pekerjaannya. Contoh: sopir, montir mobil, penjahit pakaian, juru masak, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak memiliki pendidikan, pengalaman, maupun pelatihan khusus. Jadi tidak memerlukan pendidikan dan pelatihan terlebih dahulu. Contoh: buruh bangunan, tukang parkir, kuli pelabuhan, dan pembantu rumah tangga. Tenaga kerja golongan ini pada umumnya hanya mengandalkan tenaga fisik saja.

Berdasarkan sifatnya, tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tenaga kerja jasmani dan tenaga kerja rohani.

  • Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan tenaga kerja fisik dalam melakukan proses produksi. Contoh: tukang kayu, buruh bangunan, kuli pelabuhan, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan kemampuan berpikir dalam melakukan proses produksi. Contoh: akuntan dan pengacara.

3. Faktor Produksi Modal

Modal adalah suatu hasil kerja manusia yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang lain.

Yaitu segala benda atau alat buatan manusia yang dapat digunakan untuk memperlancar proses produksi dalam menghasilkan barang atau jasa. Contoh: uang, mesin-mesin produksi, dan lain-lain.

Faktor produksi modal dapat dikelompokkan menjadi modal konkret dan modal abstrak.

Modal konkret atau nyata

Modal konkret atau nyata adalah modal yang telah digunakan dalam proses produksi. Contoh: bangunan pabrik, mesin pemintal, traktor, dan sebagainya.

Menurut bentuknya

  • Modal uang adalah modal yang berbentuk daya beli dari sejumlah uang, yang nantinya dapat digunakan untuk membentuk modal barang. Contohnya: uang kas dan simpanan di bank.
  • Modal barang adalah modal yang berbentuk barang atau selain uang, yang digunakan untuk memperlancar proses produksi. Contohnya: bajak/traktor untuk mengolah tanah.

Menurut sifatnya

  • Modal tetap (Fixed Capital) adalah modal yang sifatnya tetap atau tahan lama dalam proses produksi/dapat digunakan berkali-kali dalam proses produksi. Contohnya: lahan pertanian, gedung, mesin-mesin, mobil, komputer, lemari arsip, sepeda motor, dan mesin ketik.
  • Modal lancar (Variable Capital) adalah modal yang sifatnya tidak tahan lama atau habis sekali pakai dalam proses produksi. Contohnya: bahan baku (misalnya: kayu dalam proses produksi lemari pakaian), bahan mentah, bahan bakar, alat tulis kantor, pupuk urea, dan lain-lain.

Menurut sumbernya

  • Modal sendiri adalah modal yang berasal dari si pemilik sendiri. Contohnya: uang kas dan mobil.
  • Modal utang/pinjaman adalah modal yang berasal dari pinjaman pihak lain. Contohnya: utang dari bank atau lembaga keuangan lainnya.

Menurut tujuannya

  • Modal individu adalah modal yang bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi si pemilik modal. Contohnya: simpanan di bank, tanah yang disewakan, dan saham pada perusahaan.
  • Modal publik adalah modal yang bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi masyarakat luas atau publik. Contohnya: gedung sekolah, rumah sakit, dan sebagainya.

Menurut risikonya

  • Modal sendiri adalah barang-barang modal yang dimiliki dan menanggung risiko penuh jika perusahaan jatuh pailit.
  • Modal asing yaitu modal pinjaman yang risikonya ringan, jika perusahaan jatuh pailit, karena dipertanggung jawabkan oleh beberapa orang pendiri perusahaan. Semua modal yang diperoleh dari pinjaman digolongkan sebagai modal asing.

Modal abstrak

Modal abstrak adalah barang modal yang masih merupakan persediaan dan belum akan segera digunakan dalam proses produksi. Contohnya: persediaan kulit untuk perusahaan sepatu, persediaan karet untuk perusahaan ban, dan lain-lain.

4. Faktor Produksi Kewirausahaan atau Enterpreneurship

Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan intelektual seorang pengusaha untuk mengelola atau menyatukan ketiga faktor produksi (alam, tenaga kerja, dan modal) di atas dalam suatu proses produksi. Seseorang disebut pengusaha yang memiliki jiwa wirausaha jika ia mampu merencanakan (planning), menggerakkan (actuating), mengorganisasi (organizing), mengkoordinir (coordinating) , dan mengawasi (controlling) kegiatan produksi dengan baik.

Tiga macam kemampuan (skill) yang harus ada pada faktor produksi kewirausahaan adalah:

  • Keahlian mengatur (managerial skill) adalah kemampuan cara kerja yang lebih efisien dan lebih produktif, serta kemampuan mengadakan inovasi (penemuan barang baru).
  • Keahlian bidang teknis ekonomis (technological skill) adalah kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih etektif dan efisien.
  • Keahilan mengorganisasi (organizing skill) adalah kemampuan mengorganisasi berbagai usaha, baik dalam perusahaan maupun dalam lembaga masyarakat.

Menurut Mc. Clelland, agar perusahaan dapat berhasil, seorang wirausahawan harus mempunyai sifat-sifat, antara lain selalu mencari peluang, ulet, memegang janji, berani mengambil risiko, selalu berorientasi pada kualitas dan efisiensi, mampu membuat perencanaan dan pengawasan yang efektif, mampu menentukan tujuan, mampu mencari informasi, mampu meyakinkan dan mengatur, percaya diri.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *