Pengertian Adaptasi pada Hewan

Karena perubahan lingkungan, hewan yang tidak bisa beradaptasi mati, dan hanya yang bertahan bisa menghasilkan keturunan. Lingkungan hewan terdiri dari banyak hal yang berbeda. Iklim yang penting. Apakah itu panas, dingin, kering, atau basah akan memiliki efek pada semua makhluk yang hidup di tempat tertentu.

Bagian penting lainnya dari lingkungan hewan adalah jenis tanaman pangan yang tumbuh di dalamnya. Hewan-hewan lain yang tinggal di sana juga berpengaruh. Jika ada predator, binatang mangsa harus belajar untuk mempertahankan diri atau berlari cepat untuk melarikan diri. Adaptasi ini memungkinkan untuk berbagai macam makhluk hidup dan berkembang di bumi. hewan beradaptasi dengan alam.

Hewan di alam liar hanya bisa hidup di tempat-tempat yang disesuaikan dengan mereka. Mereka harus memiliki jenis habitat di mana mereka dapat menemukan makanan dan ruang yang mereka butuhkan.

Secara umum, adaptasi hewan bergantung pada pengelompokan hewan yang terdiri dari tiga macam, yaitu adaptasi fisiologi, adaptasi morfologi, dan adaptasi tingkah laku. Masing-masing adaptasi ini mempunyai ciri khas masing-masing.

Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh organisme terhadap lingkungannya. Contoh adaptasi fisiologi adalah hewan berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivora (pemakan daging). herbivor (memakan tumbuhan), serta omnivor (pemakan daging dan tumbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbrvora lebih panjang daripada usus karnivora.

Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh, Struktur tubuh, atau alat-alat tubuh organisme terhadap lingkungannya. Contoh adaptasi morfologi adalah bentuk paruh burung yang bermacam-macam disesuaikan dengan jenis makanannya. Burung pipit paruhnya sesuai untuk makan biji-bijian. Burung kolibri, paruhya sesuai untuk mengisap madu dari bunga. Burung pelikan, paruhnya sesuai untuk menangkap ikan. Burung elang, paruhnya sesuai untuk mengoyak daging mangsanya. Burung pelatuk. paruhnya sesuai untuk memahat batang pohon dan menangkap serangga di dalamnya. Adaptasi morfologi pada burung juga dapat dilihat pada macam-macam bentuk kakinya.

Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut:

  • Bunglon melakukan mimikri, yaitu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan/tempat hinggapnya. Dengan mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya, bunglon terlindung dari pemangsanya sekaligus tersamar dari hewan yang akan dimangsanya. Dengan demikian, bunglon dapat terhindar dari bahaya dan sekaligus lebih mudah menangkap mangsanya.
  • Cumi-cumi mengeluarkan tinta/cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya.
  • Paus secara berkala paus muncul di permukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Paus melakukan tindakan demikian karena alat pernapasannya berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air.
  • Cecak dalam keadaan bahaya cecak melakukan autotomi, yaitu memutuskan ekornya. Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri.

Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *