Pengertian Predasi

Pada tanaman, herbivora adalah predator utama, yang pada gilirannya akan di mangsa oleh karnivora. Bahkan, predasi membantu dalam transfer energi dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik yang lain. Selain berfungsi sebagai ‘saluran’ untuk transfer energi, predator juga membantu untuk menjaga populasi mangsa tetap terkontrol.

Semua spesies yang hidup di planet ini tidak hanya eksis tetapi juga bergantung antara satu sama lain untuk kelangsungan hidup mereka. Sama seperti tanaman yang bergantung pada binatang untuk keberadaan mereka, akan tetapi hewan juga bergantung pada tanaman baik secara langsung atau tidak langsung untuk kelangsungan hidup mereka. Akibatnya, di habitat apapun, tanaman, hewan dan mikroba berinteraksi dalam berbagai cara untuk membentuk sebuah komunitas. Ketika populasi dua spesies yang berbeda berinteraksi, hal tersebut mengarah ke interaksi interspesifik. Interaksi tersebut mungkin dapat bermanfaat, berbahaya atau memiliki efek netral pada salah satu spesies atau pada keduanya.

Dalam beberapa kasus, spesies mangsa dapat tumbuh begitu besar sehingga dapat menyebabkan ketidakstabilan di ekosistem jika predator tidak hadir. Fungsi lain dari predator adalah untuk membantu mempertahankan keragaman spesies, sehingga meminimalkan intensitas persaingan di antara spesies mangsa.

Jika predator sangat efisien, dapat mengeksploitasi mangsanya secara berlebihan, sehingga mengakibatkan kepunahan mangsanya dan akhirnya predator itu sendiri. Namun, situasi seperti jarang terjadi di alam. Predator tidak membunuh terlalu banyak mangsa dan menyimpan beberapa untuk dimakan nanti. Selain itu, beberapa spesies mangsa telah mengembangkan berbagai pertahanan diri untuk mengurangi dampak dari predasi. Beberapa spesies serangga dan katak menggunakan kamuflase untuk melindungi diri dari predator. Selain itu, beberapa mangsa mengandung bahan kimia beracun, yang dapat membuat predator pergi dan tidak memangsanya. Ini adalah beberapa cara di mana hewan mangsa melarikan diri dari predator.

Bahkan, hampir 25 persen dari serangga fitofag, yang berarti mereka memakan getah tanaman dan bagian tanaman lainnya. Oleh karena itu, tanaman telah mengembangkan berbagai mekanisme pertahanan morfologi dan kimia terhadap herbivora. Kehadiran duri adalah cara morfologi pertahanan yang paling umum pada beberapa tanaman seperti Akasia dan kaktus. Juga beberapa tanaman seperti Calotropis dan beberapa jamur memiliki mekanisme pertahanan kimia yang meliputi produksi bahan kimia berbahaya dan berbau tidak menyenangkan.

Berbagai macam bahan kimia seperti nikotin, kafein, kina dan opium diekstraksi untuk tujuan komersial, sebenarnya dihasilkan oleh tanaman sebagai pertahanan terhadap grazers (pemakan tanaman). Oleh karena itu, di alam, spesies tidak hanya eksis tetapi juga menunjukkan berbagai interaksi interspesifik, yang paling umum adalah predasi.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *