Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Para ahli mengemukakan bahwa nenek moyang bangsa indonesia adalah bangsa proto melayu atau melayu tua. Sementara itu, ras melayu muda (deutro melayu) datang kemudian dari vietnam utara.

Migrasi tampaknya sudah menjadi tradisi bagi manusia purba, jika suatu bangsa kedatangan bangsa lain dan merasa terdesak, mereka yang terdesak akan pergi mencari tempat tinggal baru. Ditempat tinggal yang baru, mereka akan berganti mendesak yang sebelumnya menempati wilayah tersebut. Bangsa yang terdesak kemudian pindah ke tempat lain, demikian seterusnya.

Pertanyaan yang kemudian timbul adalah dari bangsa mana asal nenk moyang bangsa indonesia sekarang? Sebagian besar penduduk indonesia termasuk dalam ras Austronesia atau rumpun melayu. Persebarannya daridaerah asli (mungkin tibet) menuju keselatan melalui jazirah Hindia belakang, dimana terdapat dua pusat persebaran bangsa yang masuk ke indonesia.

Pertama, bangsa dari daerah Yunnan di cina selatan yang kemudian tergolong sebagai bangsa Proto Melayu atau melayu tua.

Kedua, bangsa dari daratan dongson di vietnam utara menyebar masuk ke indonesia dan disebut sebagai Deutro melayu atau melayu muda.

Ciri-ciri khas ras melayu secara keseluruhan adalah rambut lurus, kulit kuning kecoklat-coklatan, dan kadang-kadang mata masih sedikit sipit.

Menurut Fischer, alhi atripolog, kelompok melayu tuad datang ke indonesia lebih dahulu daripada kelompok melayu muda, yakni sekitar tahun 1000 SM. Pada awalnya, para migran pendahulu itu menempati pantai-pantai sumatra utara, kalimantan barat, dan sulawesi barat. Karena terdesak oleh kelompok melayu muda, yang datang sekitar tahun 500 SM, orang-orang melayu tua terus masuk ke pedalaman dan hidup terisolasi sehingga mundurlah peradaban mereka. Mereka itu yang kemudian menjadi suku batak, dayak, dan toraja.

Isolasi (pengasingan diri) tersebut menyebabkan suku-suku melayu tua hanya sedikit memperoleh pengaruh dari kebudayaan hindu (india) maupun islam. Mereka baru terlepas dari keterasingannya saat para penginjil asing memasuki wilayah mereka untuk memperkenalkan agama kristen dan pembaruan kkehidupan.

Yunnan sebagai daerah asal kelompok melayu tua, merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 100 meter di atas permukaan laut, alamnya tertutup rerumputan, pepohonan yang rendah, dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka adalah berburu dan mengumpulkan buah-buahan.

Dalam perkembangan selanjutnya, mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Perpindahan mereka ke indonesia dapat ditelusuri rutenya dari tersebarnya alat-alat yang mereka tinggalkan secara berceceran, yakni kapak persegi panjang (rectangular axe). Benda tersebut ditemukan di malaka, sumatra, kalimantan, filipina, sulawesi bahkan jawa dan seluruh nusa tenggara.

Persebaran kapak persegi ke jawa yang dimungkinkan oelh aktivitas perdagangan yang dilakukan dengan cara barter (tukar-menukar). Proses barter dilakukan dengan cara menukar kapak persegi dengan alat-alat dari logam buatan suku melayu muda.

Kelompok melayu muda sebagaimana telah diketahui berasal dari dongson di vietnam utara sehingga mereka seringkali disebut orang-orang dongson, mereka telah membuat peralatan dari perunggu. Kebudayaan mereka di tandai oleh kemampuan mengerjakan logam dengan sempurna.

Menurut Von Heine Geldern, kebudayaan dongson berpusat di tongkin yang kualitas barang-barang perunggu buatannya sudah tinggi, mereka juga telah maju di bidang pelayaran. Petualangan mereka sebagai pelaut dibantu oleh pengetahuan mereka mengenai perbintangan. Dalam bidang pengolahan lahan, mereka telah sampai pada usaha irigasi atas tanah-tanah pertanian yang berhasil mereka ciptakan dengan cara membabat hutan terlebih dahulu. Untuk itu, tidaklah heran jika mereka mencari daerah-daerah seperti jawa dan pantai-pantai sumatra untuk digarap seperti di daerah asal mereka. Selain dari daerah dongson, kelompok melayu muda juga ada yang dari daerah bacson-hoabinh yang terletak di pesisir vietnam disekitar teluk tongkin.

Kedatangan kelompok deutro melayu ke indonesia melalui dua jalur, yaitu jalur utara dan jalur selatan.

Jalur utara, yakni dari teluk tongkin menuju taiwan, filipina, sulawesi, maluku, dan papua dengan membawa kebudayaan neolitik berupa kapak lonjong.

Jalur selatan, yakni dari semenanjung vietnam melewati semenanjung malaka, sumatra, jawa, nusa tenggara, kalimantan, dan sulawesi tengah.

Penyebaran nenek moyang bangsa indonesia

Penyebaran nenek moyang bangsa indonesia

Kedatangan nenek moyang bangsa indonesia membawa perubahan penting terhadap corak kehidupan penduduk asli, merekalah yang memperkenalkan cara bercocok tanam. Selain berburu dan menagkap ikan, mereka juga telah memelihara hewan seperti kerbau, sapi, kuda, babi, dan sebagainya.

Selain ituk di konsumsi, hewan-hewan tersebut digunakan sebagai binatang korban, walaupun cara bertani mereka masih sangat sederhana (dengan membakar hutan) tetapi pada waktu itu sudah merupakan kemajuan yang luar biasa. Karena sudah menetap, di dirikanlah perkampungan-perkampungan untuk tempat tinggal.

Dalam menghadapi kedatangan bangsa pendatang tersebut, penduduk asli memberikan reaksi yang berbeda-beda. Ada yang bersikap memusuhi dan menolak kemudian pergi kedaerah pedalaman atau menuju ke daerah indonesia timur. Akan tetapi, ada juga yang menerima dan kemudian bercampur dengan bangsa pendatang tersebut.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *