Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

Tumbuhan mengalami pertumbuhan yang tidak terbatas, sedangkan manusia dan hewan pertumbuhannya terbatas.

Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup – Setiap makhluk hidup, mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan? Dan apa perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan?

Apa yang terpikir oleh ketika melihat foto kita semasa kecil?. Dulunya kita adalah bayi mungil yang membutuhkan bantuan bapak dan ibu jika hendak makan dan minum. Namun sekarang kita dapat melakukan semuanya sendiri. Badan kitapun telah tumbuh, yang semula kecil menjadi lebih besar, bahkan berat badanpun bertambah beberapa kali lipat dibandingkan ketika kita masih anak-anak.

Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran tubuh makhluk hidup karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel-sel tubuh yang tidak dapat balik (irreversibel).

Pertumbuhan mengakibatkan tubuh menjadi lebih besar dan lebih berat, pertumbuhan berarti pertambahan ukuran, baik dalam hal jumlah sel, volume, dan bobot. Semua ciri pertumbuhan dapat di ukur atau disebut juga kuantitatif. Misalnya pada pertambahan ukuran tumbuhan dapat diketahui dengan cara mengukur tinggi batang, diameter batang, maupun luas daun.

Pertumbuhan pada hewan dan manusia berbeda dengan pertumbuhan pada tumbuhan. Hewan dan manusia mengalami pertumbuhan yang terbatas karena pada usia deawa pertumbuhan hewan dan manusia akan berhenti. Sementara pada tumbuhan tidak terbatas asalkan kebutuhannya terpenuhi.

pertumbuhan memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:

  • Terjadi peningkatan jumlah sel.
  • Terjadi perubahan fisik dan perubahan ukuran.
  • Terdapat penambahan kuantitatif individu.
  • Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat.
  • Dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal
  • Bersifat terbatas pada manusia dan hewan, pada usia tertentu makhluk hidup sudah tidak tumbuh lagi.

Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

Pengertian Perkembangan

Perkembangan adalah proses perubahan bentuk menuju kedewasaan pada makhluk hidup

Perkembangan ditandai dengan mulai berfungsinya alat-alat perkembangbiakan. Perkembangan juga disebut morfogenesis, morfogenesis berasal dari bahasa yunani yaitu morpho yang berarti bentuk dan genesis yang berarti asal. Perkembangan tidak dapat diukur, karena bersifat kuantitatif.

Perkembangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Adanya proses kedewasaan.
  • Terjadi peningkatan kualitatif individu.
  • Bersifat sistematis, progresif, dan berkesinambungan. Artinya proses perkembangan terus terjadi sampai makhluk hidup tersebut mati.
  • Tidak dapat dinyatakan dalam ukuran jumlah, panjang, maupun berat.

Dalam perjalanan hidup organisme, pertumbuhan dan perkembangan tidak bisa dipisahkan. Proses kedewasaan pada hewan dan manusia berbeda dengan proses kedewasaan pada tumbuhan. Proses kedewasaan pada hewan dan manusia dapat dilihat pada saat mulai matangnya sel-sel kelamin (gamet) dan munculnya ciri-ciri kelamin sekunder.

Pada tumbuhan tingkat rendah, proses kedewasaan dapat dilihat pada saat pembentukan sel-sel kelamin seperti pada ganggang atau pembentukan spora pada tumbuhan lumut dan tumbuhan paku. Pada tumbuhan tingkat tinggi, proses tersebut dapat dilihat pada saat tumbuhan mulai berbunga, berbuah dan menghasilkan alat perkembangbiakan berupa biji.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup secara umum dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal).

Faktor Dalam (Internal)

Faktor dalam yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari tubuh makhluk itu sendiri seperti:

Hormon

Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.

Gen

Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan sebagainya. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Hewan, tumbuhan, dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya.

Meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya, hanya akan tumbuh dengan cepat, lekas berbuah, dan berbuah lebat jika ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai, pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik.

Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai.

Faktor Luar (Eksternal)

Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut.

Makanan atau Nutrisi

Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas makanan

akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Karena sedang dalam masa pertumbuhan, kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu.

Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua zat ini diperoleh dari makanan. Sedangkan bagi tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses fotosintesis, air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis, zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Coba kamu amati, tanaman padi yang terlambat dipupuk, daunnya akan berwarna kekuningan. Setelah dipupuk, daun tanaman padi itu akan kembali berwarna hijau dan tumbuh dengan baik. Mengapa demikian? Di dalam pupuk terkandung zat hara yang penting sebagai nutrisi tanaman.

Suhu

Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah). Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk, ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan, dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu.

Cahaya

Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa hari, kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya, namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. Selain tumbuhan, manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D.

Air dan Kelembapan

Air dan kelembapan merupakan faktor penting untukpertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung, sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.

Tanah

Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan mineral, dan air.

Artikel lainnya:


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

One comment on “Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

  1. Komodo tours says:

    Terimakasih untuk mengingatkan kembali ilmu ini dan bisa memberikan inspirasi baru dari hal yang hampir terlupakan karena kesibukan. Website Budisma selalu memberikan ilmu yang baik kepada masyarakat. Semoga kerja keras Budisma akan memberikan hal yang positif kepada masyarakat Indonesia.
    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *