7 Penjelasan Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis

Oleh :

Penjelasan Perbedaan Kemosintesis dan Fotosintesis – Bakteri yang terlibat dalam proses kemosintesis adalah cikal bakal bentuk kehidupan di planet bumi. Ketika membahas kemosintesis dan fotosintesis, salah satu faktor penting yang membedakan kedua proses ini adalah penggunaan sinar matahari. Kemosintesis terjadi dalam keadaan gelap, seperti di dasar laut, sedangkan, fotosintesis membutuhkan energi cahaya dari matahari untuk membuat makanan.

Seperti yang kita semua tahu, semua organisme menggunakan dua metode atau cara untuk menghasilkan energi yaitu melalui proses fotosintesis dan kemosintesis. Kedua proses ini membantu meningkatkan dan mempertahankan kehidupan di Bumi. Pada kedua proses tersebut, energi yang diciptakan kemudian digunakan untuk membuat makanan. Namun, mekanisme produksi pangan di kedua metode tidak sama. Hal ini karena, sumber energi serta tempat kejadian di kedua proses berbeda.

Fotosintesis dan kemosintesis membentuk dasar organisme eksis di Bumi. Proses ini, yang pada dasarnya merupakan serangkaian reaksi kimia, membantu memanfaatkan energi di bumi, yang sangat penting untuk mempertahankan hampir setiap bentuk kehidupan di planet ini. Bagian berikut menguraikan lebih lanjut tentang perbedaan antara dua reaksi enzimatik ini.

Perbedaan kemosintesis dan Fotosintesis

1. Pengertian

Fotosintesis adalah proses di mana tanaman menggunakan energi cahaya untuk menggabungkan karbon dioksida dengan air. reaksi ini menghasilkan gula (glukosa), yang digunakan oleh tanaman untuk kelangsungan hidup mereka.

Kemosintesis adalah proses di mana bakteri menghasilkan energi dari oksidasi senyawa anorganik, seperti hidrogen sulfida. Energi yang diperoleh digunakan untuk mereaksikan karbon dioksida dengan air, untuk membuat gula.

2. Reaksi Kimia

Fotosintesis: 6CO2 + 6H2O-> C6H12O6 + 6O2. Disini gula terbentuk diwakili oleh rumus kimia C6H12O6.

Kemosintesis: 6CO2 + 6H2O + 3H2S-> C6H12O6 + 3H2S

3. Tempat Terjadi Reaksi

Fotosintesis biasanya terjadi di atas permukaan laut, tetapi juga terjadi pada tanaman yang tumbuh hingga 100 m jauh di dalam laut. Daun adalah situs utama di mana fotosintesis terjadi.

Kemosintesis terjadi ribuan meter di bawah laut; di dasar laut atau cekungan laut, biasanya di dekat ventilasi hidrotermal yang mengandung hidrogen sulfida dalam jumlah tinggi. ikatan hidrogen sulfida ini dipecah untuk mendapatkan energi. Tidak seperti fotosintesis, proses ini berlangsung dalam kondisi yang keras, pada suhu ekstrim dan tekanan air tinggi dari dasar laut.

4. Energi yang Digunakan

Fotosintesis, Proses ini didorong oleh sinar matahari yang cukup. Ini juga berarti bahwa proses tidak terjadi pada malam hari.

Kemosintesis, Proses ini berlangsung tanpa bantuan sumber cahaya apapun. Reaksi oksidasi senyawa anorganik melepaskan sejumlah besar energi yang membantu untuk bahan bakar proses ini.

5. Organisme

Fotosintesis, Organisme fotosintetik seperti tumbuhan dan alga (cyanobacteria) memainkan peran kunci dalam menangkap energi cahaya.

Kemosintesis, Makhluk laut seperti udang, kepiting, ikan, dan cacing, yang hidup di wilayah paling gelap dari laut, tergantung pada kemosintesis untuk bertahan hidup. Bahkan, lebih dari 300 spesies biota laut berkembang di dekat ventilasi hidrotermal ini. bakteri Kemosintetik, mengoksidasi hidrogen sulfida untuk memperoleh energi, berada di makhluk-makhluk ini.

6. Proses

Fotosintesis, Suhu atmosfer, jumlah dan intensitas cahaya matahari yang jatuh pada daun, dan konsentrasi CO2 mempengaruhi laju fotosintesis.

Kemosintesis, Jumlah hidrogen sulfida merembes dari ventilasi hidrotermal menentukan tingkat kemosintesis.

7. Produk sampingan

Fotosintesis, Dalam fotosintesis, di mana energi cahaya digunakan untuk menggabungkan air dan karbon dioksida, ia melepaskan oksigen sebagai produk sampingan.

Kemosintesis , Dalam Kemosintesis, senyawa sulfur dihasilkan sebagai produk sampingan.

Meskipun Kemosintesis dan fotosintesis memperoleh energi dari sumber yang berbeda, kedua proses ini menghasilkan glukosa (gula), yang berfungsi sebagai makanan bagi tanaman maupun hewan. Selain itu, zat anorganik yang digunakan dalam kedua proses ini untuk mendapatkan energi dan menghasilkan makanan.


Facebook Twitter

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *