Peran DNA Polimerase dalam Replikasi

Oleh :

Peran DNA Polymerase dalam Replikasi – DNA polymerase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk membentuk salinan DNA baru, dalam bentuk molekul asam nukleat. Replikasi DNA adalah proses seluler yang terlibat dalam sintesis salinan tepat dari molekul DNA yang ada.

Selama replikasi DNA, DNA polimerase membaca untai DNA/template saat mensintesis untai DNA komplementer baru ke template. Ia menambahkan nukleotida ke 3’end untai yang tumbuh, satu nukleotida pada satu waktu. Selain itu, DNA polymerase terlibat dalam proofreading DNA yang disintesis.

Pengertian DNA Polymerase

DNA polymerase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk replikasi DNA. Ia menambahkan nukleotida komplementer pada untaian DNA yang tumbuh, tergantung pada nukleotida di untai cetakan. Prokariota memiliki DNA polimerase I hingga V. DNA polimerase I dan III bertanggung jawab untuk 80% replikasi DNA pada prokariota. Eukariota memiliki DNA polimerase α, β, λ, γ, σ, μ, δ, ε, η, ι, κ, ζ, θ, dan Rev1.

Retrovirus seperti virus RNA menggunakan polimerase DNA RNA bergantung untuk mensintesis DNA dari template RNA.

Peran DNA Polymerase dalam Replikasi

Pengertian Replikasi DNA

Replikasi DNA adalah proses seluler dimana salinan persis dari molekul DNA tertentu disintesis. Ini terjadi selama fase S interfase, sebelum pembelahan sel. Umumnya, DNA adalah molekul beruntai ganda dan kedua untaiannya berfungsi sebagai templat untuk replikasi DNA. Selain itu, setiap molekul DNA yang baru disintesis terdiri dari untaian DNA tua. Oleh karena itu, replikasi DNA adalah proses semi-konservatif.

Replikasi DNA melibatkan beberapa enzim dan banyak protein. Helicase, RNA primase, dan DNA polymerase adalah beberapa enzim yang terlibat dalam replikasi. Faktor transkripsi adalah protein yang terlibat dalam replikasi DNA.

Peran DNA Polymerase dalam Replikasi

DNA polymerase melakukan beberapa fungsi selama replikasi. Fungsi utama dari DNA polimerase adalah untuk mensintesis untaian DNA baru. Terlepas dari ini, DNA polymerase juga terlibat dalam mengoreksi kesalahan nukleotida ditambahkan dalam proses yang dikenal sebagai proofreading. Proofreading membantu menjaga integritas DNA beruntai ganda.

  1. Sintesis untai DNA baru – DNA polymerase menambahkan nukleotida komplementer untuk kedua untai terkemuka dan tertinggal dalam arah 3 ′ hingga 5 ′. Ini membutuhkan primer RNA untuk inisiasi proses, yang disintesis oleh RNA primase. DNA polimerase mulai menambahkan nukleotida komplementer ke untai cetakan dari 3’end primer.
  2. Memeriksa kembali nukleotida yang masuk – Umumnya, pasangan nukleotida komplementer yang benar dengan nukleotida baru yang masuk dalam rantai yang sedang tumbuh. Sebelum membentuk ikatan fosfodiester, DNA polimerase mengecek ulang nukleotida pasangan.
  3. Exonucleolytic proofreading – Namun, beberapa nukleotida yang salah dapat ditambahkan ke rantai tumbuh. Segera setelah penambahan nukleotida tersebut, subunit katalitik DNA polimerase terpisah dengan 3 ′ hingga 5 ′ aktivitas eksonuklease mencerna nukleotida pasangan yang salah dari untai yang tumbuh dan mensintesis kembali nukleotida yang benar.

Kesimpulan

DNA polymerase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk sintesis untai DNA baru dengan menggunakan untai DNA yang ada sebagai template. Selain itu, DNA polymerase juga dilengkapi dengan mekanisme proofreading untuk menjaga integritas DNA.


Facebook Twitter

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *