Ciri-ciri Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

Ada juga kelompok besar dan beragam protista yang mirip tumbuhan dan dikenal sebagai alga. Sementara beberapa bersel tunggal, yang lain seperti rumput laut memiliki banyak sel. Sebagai contoh, salah satu jenis protista di lingkungan laut adalah lumut Irlandia, yang merupakan spesies ganggang merah.

Secara lengkap ciri-ciri protista mirip tumbuhan adalah:

  • Memiliki bentuk kloroplas yang bervariasi (spiral, cakram, jala, mangkung, bulat, dan lainnya).
  • Dapat hidup seperti plankton, neuston, atau bentos.
  • Bentuk tubuh tetap karena adanya dinding sel.
  • Alga uniseluler dapat hidup soliter ataupun membentuk koloni.
  • Bersifat uniseluler atau multiseluler.
  • Memiliki pigmen fotosintetik selain klorofil (xantofil [kuning], fikosianin [biru], fukosantin [cokelat], fikoeritrin [merah], dan karotenoid).
  • Bereproduksi secara aseksual (dengan pembelahan biner, fragmentasi, dan pembentukan spora vegetatif) atau seksual (dengan konjugasi, singami, dan anisogami).
  • Ukuran tubuh bervariasi, mulai dari alga mikroskropis dengan ukuran 8 ┬Ám hingga alga makroskropis dengan ukuran 60 m.
  • Memiliki beberapa jenis klorofil (klorofil a, klorofil b, klorofil c, dan klorofil d) yang tersimpan dalam kloroplas.

Contoh Protista Mirip Tumbuhan

Lebih banyak contoh protista mirip tumbuhan meliputi:

  • Filum Rhodophyta dengan talus berwarna kemerahan karena adanya pigmen fikoeritrin yang menyelubungi klorofil, karoten, dan fikobilin. Contoh: Mastocarpus stellatus
  • Filum Chrysophyta dengan warna keemasan karena didominasi oleh xantofil, klorofil a, klorofil c, dan karotenoid. Contoh: Ochromonas
  • Filum Euglenophyta dengan ciri-ciri seperti hewan (dapat bergerak aktif) dan juga tumbuhan (memiliki klorofil untuk berfotosintesis). Contoh: Colacium calvum
  • Filum Bacillariophyta dengan warna kuning kecokelatan dengan dinding sel unik seperti gelas dari campuran silika dan bahan organik. Contoh: Pinnularia sp.
  • Filum Pyrrophyta yang dapat mengakibatkan air laut tampak berpendar di malam hari (bioluminesensi) karena fosfor dalam sel-selnya. Contoh: Gambierdiscus toxicus
  • Filum Chlorophyta dengan warna hijau karena didominasi oleh pigmen berupa klorofil a dan klorofil b, serta karoten dan xantofil. Contoh: Chlamydomonas dan Oedogonium
  • Filum Phaeophyta dengan warna cokelat karena adanya pigmen fukosantin yang menyelubungi warna hijau klorofilnya. Contoh: Turbinaria decurrens

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *