7 Unsur Pembentuk iklim

Iklim adalah konsep yang digunakan oleh kebanyakan orang, tetapi definisinya tidak selalu dikenal. Secara sederhana, iklim adalah kondisi cuaca rata-rata suatu daerah dalam waktu yang lama, yang merupakan hasil dari beberapa faktor yang ada di zona itu. Iklim bervariasi dari satu daerah ke daerah lain tetapi harus mengikuti pola yang cukup konsisten.

Faktor iklim yang diukur adalah curah hujan, suhu maksimum, dan minimum selama musim, kelembaban, waktu sinar matahari, dan sebagainya.

Unsur-unsur Pembentuk iklim

Berbagai unsur membentuk iklim suatu wilayah, tetapi yang berikut adalah yang paling umum:

1. Suhu

Suhu adalah jumlah energi panas yang ada di udara. Satuan ukurnya adalah derajat Celsius atau derajat Fahrenheit di beberapa negara. Panas adalah energi yang dipancarkan dari Matahari ke Bumi dalam bentuk cahaya. Awan, uap air, dan debu atmosfer membelokkan sekitar setengah dari energi matahari kembali ke ruang angkasa, sementara sisanya diserap oleh tanah dan air dan menjadi panas.

Suhu dicirikan oleh variasinya selama sehari karena rotasi Bumi dan selama musim tahunan karena gerakan translasi Bumi mengelilingi matahari.

2. Pengendapan

Ini adalah proses yang berakhir dengan jatuhnya air, dalam bentuk cair atau padat, ke permukaan bumi. Sebagian besar curah hujan mengalir ke danau dan sungai sementara sisanya menguap dari permukaan bumi atau melewati tanaman. Proses terakhir dikenal sebagai evapotranspirasi dan merupakan bagian dari siklus air.

3. Kelembaban

Ini adalah uap air yang terkandung di udara. Jumlahnya bervariasi sesuai dengan jumlah curah hujan dan radiasi matahari di suatu zona. Uap air hadir di setiap wilayah di dunia, bahkan yang paling panas sekalipun. Ketika suhu meningkat, demikian juga kemungkinan memiliki uap air.

4. Tekanan atmosfer

Ini adalah gaya yang diberikan pada permukaan tertentu karena berat atmosfer. Ini bervariasi secara vertikal; nilai berkurang saat Anda naik di ketinggian.

5. Awan

Jumlah awan di atmosfer juga merupakan elemen iklim. Awan terbentuk ketika udara lembab mendingin ke titik embunnya, dan tetesan air atau es menempel pada partikel kecil debu, abu, atau kontaminan lainnya.

6. Angin

Angin adalah udara yang bergerak. Ini menyebabkan variasi iklim dengan mengeringkan kelembaban, menyebabkan badai, dan berkontribusi terhadap penguapan air.

7. Radiasi sinar matahari

Meskipun merupakan elemen yang tidak terlihat, secara signifikan berdampak pada iklim dengan menyediakan panas. Jumlah sinar matahari yang diterima tanah disebut insolation.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *