Klasifikasi Polimer

Polimer tidak dapat diklasifikasikan dalam satu kategori karena strukturnya yang kompleks, perilaku yang berbeda, dan aplikasi yang luas. Karena itu, kami dapat mengklasifikasikan polimer berdasarkan pertimbangan berikut.

Klasifikasi Polimer berdasarkan Sumber Ketersediaan

Ada tiga jenis klasifikasi dalam kategori ini, yaitu Polimer Alam, Sintetis, dan Semi-sintetis.

Polimer Alami

Mereka terjadi secara alami dan ditemukan pada tumbuhan dan hewan. Misalnya protein, pati, selulosa, dan karet. Sebagai tambahan, kami juga memiliki polimer yang dapat terbiodegradasi yang disebut biopolimer.

Polimer semi-sintetis

Mereka berasal dari polimer yang terjadi secara alami dan menjalani modifikasi kimia lebih lanjut. Misalnya, selulosa nitrat, selulosa asetat.

Polimer sintetis

Ini adalah polimer buatan manusia. Plastik adalah polimer sintetik yang paling umum dan banyak digunakan. Ini digunakan dalam industri dan berbagai produk susu. Misalnya, nilon-6, 6, polieter, dll.

Klasifikasi Polimer berdasarkan Struktur Rantai Monomer

Kategori ini memiliki klasifikasi berikut:

Polimer Linier

Struktur polimer yang mengandung rantai panjang dan lurus termasuk dalam kategori ini. PVC, yaitu poli-vinil klorida sebagian besar digunakan untuk membuat pipa dan kabel listrik adalah contoh dari polimer linier.

Polimer rantai cabang

Ketika rantai linier suatu polimer membentuk cabang, polimer tersebut dikategorikan sebagai polimer rantai bercabang. Misalnya, polietena berkepadatan rendah.

Polimer yang saling bertautan

Mereka terdiri dari monomer bifungsional dan trifungsional. Mereka memiliki ikatan kovalen yang lebih kuat dibandingkan dengan polimer linier lainnya. Bakelite dan melamin adalah contoh dalam kategori ini.

Cara Lain untuk Mengklasifikasikan Polimer

Klasifikasi Berdasarkan Polimerisasi

  • Penambahan Polimerisasi: Contoh, poli etana, Teflon, Polivinil klorida (PVC)
  • Polimerisasi Kondensasi: Contoh, Nylon -6, 6, perylene, poliester.

Klasifikasi Berdasarkan Monomer

  • Homomer: Dalam tipe ini, ada satu jenis unit monomer. Misalnya, Polyethene
  • Heteropolimer atau ko-polimer: Terdiri dari berbagai jenis unit monomer. Misalnya, nilon -6, 6

Klasifikasi Berdasarkan Gaya Molekul

  • Elastomer: Ini adalah padatan seperti karet kekuatan interaksi lemah hadir. Misalnya, Karet.
  • Serat: Kuat, tangguh, kekuatan tarik tinggi dan kekuatan interaksi yang kuat hadir. Misalnya, nilon -6, 6.
  • Termoplastik: Ini memiliki gaya tarik menengah. Misalnya, polivinil klorida.
  • Polimer termoseting: Polimer ini sangat meningkatkan sifat mekanik material. Ini memberikan peningkatan kimia dan tahan panas. Misalnya, fenolik, epoksi, dan silikon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *