Pengertian Kerjasama dan Bentuk Kerjasama

Bentuk dan pola-pola kerja sama dapat kita jumpai pada semua kelompok manusia. Pada masyarakat Indonesia, bentuk kerja sama tradisional yang sangat terkenal adalah gotong royong. Menurut Charles H. Cooley, kerja sama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna.

Pengertian Kerjasama

Apa yang dimaksud dengan kerjasama?  Banyak ahli atau tokoh sosiologi mengatakan bahwa kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama antar pribadi atau antar kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.

Bentuk-bentuk Kerjasama

Sehubungan dengan pelaksanaan kerja sama, ada empat bentuk kerja sama yaitu; bargaining, kooptasi, koalisi, dan usaha patungan.

1. Tawar-menawar (bargaining)

Tawar-menawar atau bargaining adalah perjanjian atau persetujuan di antara pihak-pihak yang mengikat diri atau bersengketa melalui perdebatan, pemberian usul, dan lain-lain. Bargaining juga menyangkut pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.

2. Kooptasi (cooptation )

Kooptasi atau cooptation adalah suatu proses penerimaan unsu-unsur baru oleh pemimpin suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam organisasi.

3. Koalisi (coalition)

Koalisi atau coalition adalah kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mem-punyai tujuan-tujuan yang sama.

4. Usaha patungan (joint venture)

Usaha patungan atau joint venture adalah kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. Misalnya: pembangunan jembatan layang dan pengeboran minyak.

Motivasi kerja sama

Motivasi untuk melakukan kerja sama adalah sebagai berikut:

  • Adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri
  • Adanya ancaman dari luar (musuh bersama) yang mengancam ikatan yang secara tradisional dan institusional telah tertanam di dalam kelompoknya
  • Adanya rintangan dari luar untuk mencapai cita-cita kelompok yang mengakibatkan kekecewaan para anggota.
  • Kelompok merasa tersinggung atau dirugikan dalam hal sistem kepercayaan atau dalam satu bidang kebudayaan.
  • Mencari keuntungan pribadi.
  • Semata-mata untuk menolong orang lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *